28 September 2009

Deding Rustandi SPd Ingin Mengangkat Citra Pramuka




KAB.TASIK,Buser Trans
    Ketua Kwaran Sodonghilir, Deding Rustandi SPd mengungkapkan bahwa ia berkeinginan untuk mengangkat citra gerakan Pramuka, khususnya di wilayah kecamatan setempat. Karena itu, ia berusaha untuk kembali menghidupkan gerakan pramuka melalui lembaga pendidikan mulai tingkat SD sampai SLTA.
    “Secara pribadi maupun organisasi, saya selalu mengajak kepada rekan-rekan guru di tiap sekolah untuk menghidupkan kembali gerakan pramuka, karena banyak manfaatnya bagi kehidupan para siswa,”ungkap Deding Rustandi.
    Dia menjelaskan, bahwa Kwaran Sodonghilir membawahi sebanyak 51 buah Sekolah Dasar, 3 buah SMP, 5 buah MTs, 1 buah SMU, 1 buah SMK dan  2 buah Madrasah Aliyah.
    Bukti keseriusannya dalam mengangkat citra pramuka di Kwaran Sodonghilir antara lain gerakan penghijauan, perkemahan, penggalangan Gudep dan pembukaan bumbung. “Hasil bumbung kemanusiaan yang berjumlah Rp.1,5 juta disumbangkan kepada korban kebakaran yang dialami siswa SD Karanggedang dan siswa SD Selacau.
    Selain itu, kewajiban-kewajiban kepada Kwarcab Tasikmalaya selalu dipenuhi, termasuk hubungan dengan Mabi-Mabi yang berada di wilayah Kec.Sodonghilir yang cukup harmonis, termasuk dengan Kepala Puskesmas.
    “Pada tahun 2012 nanti, Kwaran Sodonghilir akan menggelar kegiatan LT.3 Gladien Pinru,”ungkap Seksi Bina Muda Kwarcab Tasikmalaya. (AAN SUGANDA/REDI M.BUSER)***

Desa Sukabakti Terparah Akibat Gempa di Sodonghilir






KAB.TASIK,Buser Trans
    Desa Sukabakti merupakan desa yang dinilai paling parah di Kec.Sodonghilir Kab.Tasikmalaya akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 SR pada 2 September 2009 lalu. Karena di desa ini terdapat sebanyak 150 bangunan rusak berat, 82 rusak ringan yang terdiri dari 19 mesjid, 1 bangunan sekolah dasar, 6 bangunan madrasah dan 200 bangunan rumah.
    “Warga desa kami yang menjadi korban gempa bumi 2 September lalu dinilai paling parah di Kec.Sodonghilir sehingga memerlukan banyak bantuan dan juga perbaikan.”ujar Lukman, Kepala Desa Sukabakti.
    Sanpai saat ini, menurut Lukman, warga korban gempa masih mengungsi di tenda-tenda darurat dan rumah-rumah penduduk yang masih layak huni. Sumbangan dari donator terus mengalir termasuk dari BRI Cabang Singaparna yang diserahkan H.Winarto secara simbolis kepada Kepala Desa Sukabakti.
    “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Tasikmalaya yang sigap memberikan bantuan. Juga kepada para dermawan maupun lembaga termasuk BRI Cabang Singaparna,”ungkap Lukman.(AAN SUGANDA)***
   

Kepala Puskesmas Sodonghilir Membentuk Desa Siaga






KAB.Tasik,Buser Trans
    Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sejak Agustus 2009 lalu, Puskesmas Sodonghilir telah mengadakan pelatihan dan pengembangan Desa Siaga bagi tokoh masyarakat serta kader kesehatan tingkat kecamatan.
    “Hasilnya, ketika terjadi bencana gempa bumi 2 September 2009 lalu misalnya, pembentukan Desa Siaga pun berfungsi dan banyak manfaatnya bagi layanan kesehatan masyarakat,”ujar Daud Saputra, Kepala Puskesmas Sodonghilir.
     Pada kegiatan pelatihan dan pengembangan Desa Siaga tersebut, menurut Daud Saputra, tiap kecamatan mengirimkan 3 orang utusan.Selanjutnya para utusan tersebut mengadakan pertemuan di tingkat desa untuk mensosialisasikan hasil pelatihan kepada masyarakat dan pembentukan Forum Masyarakat Desa.
    Puskesmas Sodonghilir punya wilayah kerja 12 desa dan semua desa di kecamatan ini memiliki kesiapan SDM serta kemampuan dan kemauan untuk mencegah serta mengatasi masalah kesehatan, bencana alam maupun kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. “Hal ini sudah sesuai dengan apa yang disebut dengan Desa Siaga”tuturnya.
    Daud Saputra menjelaskan, bahwa tujuan utama pembentukan Desa Siaga tersebut antara lain; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya arti kesehatan, upaya meningkatkan kegiatan masyarakat dalam mengatasi maupun melaksanakan tindakan penyelamatan ibu hail,melahirkan,nifas,bayi, serta anak AKB dan AKI secara mandiri. (AAN SUGANDA/RM)***

26 September 2009

Api Lumat Kandang Sapi Kerugian Di Taksir Puluhan Juta

Kab. Bandung, Buser Trans,.
 “Api……api……..teriakan seorang ibu bernama Entin (50) tetangga pemilik kandang sapi saat melihat api yang berasal dari sebuah kandang sapi milik tetangganya.
 Belakangan di ketahui bahwa kandang sapi berukuran 8x6 meter adalah milik Aryo (26) yang beralamat di Kp. Bojong Badak Rt02/07 Ds. Cikasungka Kec. Cikancung Kab. Bandung (25/09/09) tadi siang jam 11:30 ludes terbakar kerugian di taksir mencapai puluhan juta rupiah.
 Saat kebakaran berlangsung pemilik kandang sedang berada di rumahnya dalam keadaan tertidur, rumah pemilik kandang sapi tersebut tidak jauh dari kandang sapi miliknya, seketika itu terbangun karena mendengar teriakan tetangganya.
 “Sebenarnya kandang tersebut dalam keadaan terkunci, sebab para pekerja sudah pulang karena akan menunaikan sholat jum’at, di kandang itu tidak ada yang membakar sampah, bahkan listrikpun tidak di pasang, dan saya heran kenapa kandang saya terbakar”ujar Aryo pemilik kandang menuturkan kejadianya saat di tanya wartawan di tempat kejadian.
 Sementara itu 2 unit pemadam kebakaran dari UPTD Kacamatan Cicalengka segera meluncur dan api berhasil dikuasai hingga pukul 14:00 siang.
 Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak sampai memakan korban jiwa, kerugian material di taksir 50 juta, kelapa yang siap jual senilai 12 juta ludes terbakar, 4 sapi yang berada di kandang berhasil di selamatkan, namun sayang satu sapi hangus terbakar dan tidak terselamatkan.
  Pihak Kepolisian dari Polsek Cikancung segera mengecek ke tempat kejadian yang di pimpin langsung Kapolsek AKP Kusnadi pihaknya masih menyelidiki kasus terjadinya kebakaran juga masih mengumpulkan data-data yang ada, tetapi dugaan sementara asal api berasal dari pembakaran jerami yang merembet dari sebelah kandang sapi (Kos/Buser Trans)

APDESI Cicalengka Diujung Tanduk

Buser Trans, Kabupaten Bandung
        Selama hampir tiga tahun ini, Nanang Karmana menjadi Ketua APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Provinsi Jawa-Barat. Namun, sekarang organisasi ini berada diujung tanduk karena banyak menghadapi berbagai permasalahan, dan bahkan terancam bubar.
        Ibarat peribahasa tidak jauh dengan pohon, daun berwarna hijau serta ranting yang banyak namun, akar yang tidak kuat ketika angin datang maka tumbanglah pohon itu. Hal ini tidak jauh dengan organisasi yang dipimpin Nanang Karmana " Sekarang ini,anggota kami  dirasakan tidak kompak. Jadi, sayapun sudah tidak bersemangat lagi. Bila  ada permasalahan didesanya masing-masing, wartawan bisa langsung aja konfirmasi, biar ngerti,"jelas Nanang kepada wartawan beberapa waktu lalu.
        Kekesalan Nanang tidak hanya itu saja, karena setiap anggota diundang rapat, hampir setengahnya tidak pernah hadir. Juga hasil rapat tidak ada yang dilaksanakan.
        Kekesalannya terlihat diraut wajah "Saya dalam waktu dekat akan mundur menjadi Ketua APDESI Kecamatan Cicalengka"lanjutnya.
        Setiap ada permasalahan yang muncul, menurut Nanang Karmana, anggotanya selalu tidak ada koordinasi  sehingga ia akan angkat tangan bila ditanya media.(Nurdin Senjaya/Buser Trans)

24 September 2009

Pantai Pangandaran Dipadati Ribuan Wisatawan




BUSER TRANS,Ciamis:
Selama seminggu pada liburan Lebaran tahun ini, objek wisata Pantai Pangandaran di Kabupaten Ciamis dipadati puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah, terutama para pemudik bersama keluarganya. Pasca bencana tsunami dan gempa kemarin, objek wisata ini tetap menjadi primadona pariwisata Kabupaten Ciamis ini, meski jumlah kunjungan wisatawan relative menurun disbanding tahun sebelumnya..
Sejak hari pertama hingga hari keempat Lebaran, jumlah wisatawan ke Pantai Pangandaran membludak, bahkan bahwa kendaraan sempat mengalami kemacetan hingga sejauh 5 km sebelum memasuki gerbang objek wisata Pantai Pangandaran.
“Kendaraan roda empat tidak bisa bergerak cepat karena jalan menuju ke Pantai Pangandaran macet. Saya dan pengendara lain tidak bisa berbuat banyak untuk bisa cepat ke lokasi wisata,”jelas Rosid, warga Kota Tasik
Ribuan wisatawan yang memadati Pantai Pangandaran sebagian besar adalah para pemudik ke Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kuningan, Majelengka, Bandung, Sumedang (Jawa Barat), Cilacap, Klaten, Brebes, Purwokerto (Jawa Tengah).
“Kalau mudik ke kampung halaman, lantas tidak berwisata dulu ke Pantai Pangandaran, rasanya kurang klop. Kami dari Majenang sengaja berwisata ke Pangandaran sebelum kembali ke Jakarta,”ujar Ratinem kepada Buser Trans.
Jadi, para pemudik itu membawa keluarganya untuk berlibur dan menikmati objek wisata Pantai Pangandaran dan sekitarnya. Setiap hari raya Lebaran, pasca bencana tsunami tahun 2006 lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke sini terus meningkat..
Dengan membludaknya kunjungan wisatawan, tentu saja membawa berkah bagi warga Pangandaran dan sekitarnya, mulai dari nelayan, pedagang asinan, hiasan laut, rumah makan, ban sewaan, perahu sewaan, pemilik penginapan/hotel , pedagang busana pantai hingga petugas parkir kendaraan.
Selain menikmati panorama alam pantai dan berenang di Pantai pangandaran sepuas mungkin, para wisatawan pun bisa mengunjungi kawasan Wana Wisata Pananjung yang menyimpan berbagai tanaman langka, dan juga melihat goa-goa alami peninggalan zaman dulu seperti Goa Jepang, Goa Lanang, Goa Kelelawar dan lainnya. Juga bisa menikmati wisata kuliner di Pantai Timur Pangandaran. Juga para wisatawan bisa mengunjungi Pantai Batu Hiu , Pantai Karangtirta, Pantai Bulaksetra, Pantai Karang Nini dan Green ‘Cukang Taneuh” Canyon yang masih berada di kawasan pantai selatan Kabupaten Ciamis dan tidak bergitu jauh dari lokasi Pantai Pangandaran..(REDI M.BUSER/ATENG JAELANI/ ACENG YAMISA) **

22 September 2009

Kembali IPDN Dipimpin Nyoman

Kembali IPDN Dipimpin Nyoman


Sebagai Penugasan Awal Lulusan IPDN di tempatkan menjadi Sekdes


Sumedang, Buser Trans,.
            Baru satu tahun berjalan Rektor IPDN Prof. DR. Ngadisah, M.A., sudah tergantikan oleh Prof. DR. I Nyoman Sumaryadi, M. Si., seperti yang pernah di ketahui publik sebelumnya bahwa Nyoman pernah menjabat sebagai Rektor IPDN, namun di berhentikan terkait kasus meninggalnya praja bernama Clif Muntu  praja asal Sulawesi akibat kekerasan yang terjadi di lingkungan IPDN sendiri.
            Menteri Dalam Negeri Mardianto menjelaskan bahwa pihaknya telah melantik Nyoman (21/08/09) karena kepentingan organisasi tidak ada interpretasi dari pihak lain, selanjutnya Prof. DR. Ngadisah, M.A., di mutasikan dan di lantik menjadi staf ahli Menteri Dalam Negeri bidang hukum dan politik.
            Nyoman di angkat kembali menjadi Rektor IPDN adalah kepercayaan dari pimpinan dan tidak perlu di politisasi, pengangkatan Nyoman merupakan hal yang wajar dan tidak perlu di persoalkan, “yang di katakan terpidana itu siapa, beliau tidak terpidana, justru putusan bebas, jadi tolong di luruskan, kalau sebagian wartawan sudah menyoroti keliru, pak Nyoman bebas murni saya bertanggung jawab tentang itu…,”. Jelas Mendagri saat menjawab pertanyaan wartawan tentang status rektor baru.
            Para lulusan praja IPDN nantinya akan di salurkan  dan harus siap untuk di tempatkan menjadi sekretaris desa/sekretaris kelurahan, sebagai penugasan awal dan tatanan pemerintahan paling bawah, namun jika nantinya karirnya baik tentu akan ada peningkatan.
            Semetara itu Rektor IPDN yang baru Prof. DR. I Nyoman Sumaryadi, M. Si., mengatakan bahwa semua yang sudah ditetapkan dan ditugasi adalah sebagai iplementor kebijakan melajutkan estapet tugas kepemimpinan. Di tambahkan pula bahwa IPDN sejak 2003 tidak ada lagi kekerasan di dalam mendidik para mahasiswa baru, seandainya itu tetap terjadi hal itu di lakukan oleh personil saja, aturan lembaga sudah di tiadakan .


            Untuk pembenahan kurikulum yang baru menjadi sangat penting untuk di benahi, sebab IPDN merupakan salah satu Intsitut kedinasan yang berbeda dengan pendidikan-pendidikan umum lainya,  kurikulimnya lebih banyak di sesuaikan lagi seperti pendidikan di pemerintahan umum, otonomi daerah, keuangan daerah juga yang lainya.(Kos/Buser Trans)
              
 

Pemerintahan Kecamatan Tanjungsari Giat Taraweh Keliling


 Pemerintahan Kecamatan Tanjungsari Giat Taraweh Keliling

Kab. Sumedang, Buser Trans,.
            Menjelang Ramadhan 1430 H pemerintahan kecamatan Tanjungsari setiap harinya melakukan taraweh keliling (tarling) ke 12 desa, setip harinya para staf yang di pimpin langsung oleh Camat Tanjungsari Deni Tanrus di bagi menjadi tiga tim untuk mengikuti kegiatan taraweh di masing-maing desa.
            Selain melakukan tarawih bersama ada juga kegiatan yang di laksanakan di masjid-masjid yang di singgahinya diantaranya melakukan sosialisasi anti teroris untuk mempersempit ruang gerak para teroris, juga melakukan pengumpulan zakat (BAZ).
            “Kegiatan selama Ramadhan ini kami isi dengan kegiatan tarawih keliling ke desa-desa, namun selain itu kami juga memberikan cedera mata kepada masjid yang disinggahi, cederamata yang di berikan bisa jam dinding atau yang lainya”jelasnya.
            Di tambahkan pula oleh Deni bahwa setiap hari jumat seluruh stafnya rutin melakukan pengajian yang di lakukan internal di kantornya, hal tersebut di lakukan selain menginpentaris para stafnya yang kurang lancar dan yang telah bisa membaca Al-qur’an agar sama-sama mengikutinya. “Seorang pemimpin itu harus benar-benar jadi panutan dan tentunya kita orang muslim harus punya seorang pemimpin yang muslim juga yang sudah barang tentu taat ibadahnya, sehingga keteladananya menjadi contoh, bahkan saya tidak sholat subuh ke masjid saja jadi berita di koran”tambahnya. (Kos/Buser Trans)
              


              




Jajaran Polsek Jatinangor Siaga Penuh Menjelang Lebaran

Jajaran Polsek Jatinangor Siaga Penuh Menjelang Lebaran

Kab. Sumedang, Buser Trans,.
Menjelang lebaran jajaran Polsek Jatinangor siaga penuh antisipasi para pemudik mengingat Jatinangor merupakan gerbang tol pertama dari Jakarta sehingga para pemudik yang akan menuju Jateng-Jatim menggunakan jalur selatan via Sumedang akan terjadi penambahan yang diperkirakan H-7 dan H+7 lebaran tahun ini.
Menurut Kapolsek Jatinangor AKP Supratno menjelang lebaran tahun sekarang para pemudik yang akan menuju Jateng-Jatim via Sumedang menjadi prioritas pengamanan yang dilakukan jajaranya, dengan dipungsikanya jalan baru masuk dari depan IPDN dan keluar dari Kampus Unpad (didepan Kecamatan Jatinangor) yang tahap pengerjaanya sudah rampung hal itu menambah lancarnya parapemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.
Kapolsek juga mengharapkan di beberapa titik ada satu Pos Gatur yang di tempatkan di daerah Sayang, BGG, Jatos juga pusat perbelanjaan lainya akan di tempatkan anggotanya dalam pengaturan arus lalulintas sebab titik-titik konsentrasi massa biasanya akan terjadi kemacetan.(Kos/Buser Trans)

Bupati Sumedang Peringatkan PT. Coca-Cola

Bupati Sumedang Peringatkan PT. Coca Cola


Bupati Sumedang Don Murdono;
“Diharapkan kejadian yang keepat ini jangan sampai terjadi yang kelima kalinya”

Kab. Sumedang, Buser Trans,.
            Bupati Sumedang Don Murdono peringatkan PT. Coca Cola Botlling Indonesia Jl. Raya Bandung Garut Km 26 Cimanggung Sumedang agar meninjau ulang sertifikasi perijinan teknis, sebab ada sebuah peralatan katup yang bocor dan menyebabkan amonia menyebar ke udara sehingga mencemari lingkungan sekitar, atas kejadian tersebut pada hari senin (7/9/9) pukul 19:00 WIB warga Kp. Pangsor Rt 01/01 Desa Cihanjuang Kec.Cimanggung mengalami keracunan yang disebabkan gas amonia tersebut.
            Pada malam kejadian sekitar 44 orang warga Kp. Pangsor Ds. Cihanjuang di larikan ke Rumah Sakit AMC Cileunyi Kab. Bandung guna mendapatkan perawatan.
            Don juga menambahkan bahwa kejadian kebocoran gas amonia tersebut yang mencemari lingkungan sekitar sudah terjadi ke empat kalinya, jika hal itu terjadi lagi pihaknya tidak segan-segan dan akan mencabut perijinan operasi PT. Coca Cola Botlling Indonesia, sebab kejadian yang ke empat kalinya terjadi karena keteledoran pihak pabrik itu sendiri. “Diharapkan kejadian yang keepat ini jangan sampai terjadi yang kelima kalinya”ujarnya saat berada di lokasi pabrik.
            Sementara itu PT. Coca Cola Botlling Indonesia yang di wakili oleh Chandra Pardede selaku Tecnikal Operasional Manajer di dampingi Public Relations Manager Indah Triyanti ke[pada Tabloid Buser Trans menjelaskan, pihak pabrik sendiri selalu antisipasi setiap harinya pengecekan terhadap peralatan secara internal dan menyeluruh. Atas kejadian tersebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah mengatasi perembesan tersebut, sehingga bisa dihentikan dalam waktu cepat juga memberikan pertolongan medis kepada warga maupun karyawanya dari dampak kebocoran amonia tersebut.
          Manageman Coca Cola  sendiri merasa turut prihatin atas terjadin peristiwa tersebut, juga pihaknya saat ini sedang melakukan penelitian internal mengenai penyebab kejadian serta melakukan langkah-langkah yang di perlukan agar tidak terjadi hal yang serupa. (Kos/Buser Trans)

IPDN Wisuda 1.471 Orang Sarjana Angkatan Ke-18 Tahun 2009

IPDN Wisuda 1.471 Orang Sarjana Angkatan Ke-18 Tahun 2009



Menteri Dalam Negeri H. Mardianto;
“Di harapkan dengan adanya status yang sangat berbeda, status pendidikan yang sudah resmi pendidikan kedinasan selalu saya ingatkan bahwa lembaga kedinasan IPDN saat ini sepenuhnya dibiayai oleh APBN pusat dan tentunya semua aturan dan anggaran yang dikeluarkan harus tepat guna”

Kab. Sumedang, Buser Trans,.
Menteri Dalam Negeri H. Mardianto pada tanggal 12 september 2009 melantik lulusan praja IPDN angkatan ke 18 dimana angkatan tersebut adalah satu angkatan yang terakhir, selanjutnya setelah pengukuhan di lakukan konsolidasi yang lebih intensip dengan praja yang akan datang. Kesempatan masa kekosongan dalan setahun merupakan satu kesempatan tenggang waktu dimana IPDN segera dan terus menerus berbenah diri memberikan kesempatan kepada IPDN daerah regional untuk mengembangkan IPDN baru.
Dengan demikian merupakan salah satu pola dalam rangka pembenahan juga repitalisasi IPDN kedepan “di harapkan dengan adanya status yang sangat berbeda, status pendidikan yang sudah resmi pendidikan kedinasan selalu saya ingatkan bahwa lembaga kedinasan IPDN saat ini sepenuhnya langsung dibiayai oleh APBN pusat dan tentunya semua aturan dan anggaran yang dikeluarkan harus tepat guna”tegasnya.
Diharapkan masyarakat bisa mendukung kampus tersebut, namun tentunya terutama kampus IPDN sendiri harus bisa memberikan satu nilai positif terhadap warga sekitar, iteraksi dengan warga sekitar harus lebih ditingkatkan dan kedalam kampus sendiri lebih bisa berbenah diri untuk meningkatkan kualitas.
Pola pendidikan serta kurikulum di lembaga tersebut sudah di rubah termasuk program studinyapun ikut dirubah dan saat ini program studi yang sudah menjurus kepenugasan yang akan datang, jadi yang ada di masing-masing kampus IPDN di beberapa tempat adalah program jurusan sesuai dengan ruang lingkup departemen dalam negeri diantaranya program pembangunan masyarakat sekitar, bina keuangan administrasi daerah, masalah kependudukan juga yang lainya.
Kampus IPDN sendiri akan ada penambahan diantaranya yang sudah diajukan adalah Manado Sulawesi Utara, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pengecekan jika sudah siap, pada tahun 2010 akan ada penambahan kembali
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusup Macan seusai melakukan buka bersama di IPDN mengatakan lembaga kedinasan IPDN merupakan lembaga pendidikan yang bersekala nasional tentunya para yuser yang akan menggunakan kenerja para pamong praja lebih mengutamakan epektipitas, epesiensi, inopasi dan kretipitas itu harus di lakukkan di daerah yang akan menggunakan para tenaga lulusan pamong tersebut. “Biar tidak terkesan eksklusif bagaimana interaksi dengan masyarakat sekitar harus lebih terbuka lagi dan malakukan interaksi dengan warga sekitar, tentunya masyarakat sekitar punya hak yang sama untuk masuk ke IPDN, mari kita sama-sama pantau terus keberadaan kampus ini agar berjalan dengan baik”jelasnya (Kos/Buser Trans)

Rektor Berikan Kuliah Pertama Mahasiswa Baru IKOPIN

Rektor Berikan Kuliah Pertama Mahasiswa Baru IKOPIN
Sumedang, Buser Trans,.
Ikopin adalah perguruan tinggi, yang berdiri sejak tahun 1982 dan di resmikan oleh Presiden RI Suharto pada tahun 1984. IKOPIN menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang Manajemen, Perkoperasian dan kewirausahaan. Saat ini sebagian besar mahasiswa Ikopin telah memperoleh beasiswa yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah, juga gerakan koperasi dan pihak swasta.
Hari pertama masuk kuliah (31/08/09) sekitar 500 mahasiswa baru IKOPIN, diberikan kuliah pertama tentang perkoperasian langsung oleh Rektor Ikopin Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si yang bertempat di ruang Gedung Serba Guna (GSG) kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang.
Dari 500 mahasiswa baru yang di berikan kuliah diantaranya ada yang dibiayai melalui beasiswa diantaranya dari PT. Sriboga Ratu Raya memberikan beasiswa kepada 10 orang, 28 orang di biayai oleh Pemda Maluku, 24 orang di biayai oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungmek dan Komoro (LPM-AK).
Para mahasiswa baru sebagian ada yang di berikan pesilitas mess di sekitar lingkungan kampus, namun sebagian lagi ada yang di luar kampus dengan biaya sendiri.
Ikopin sendiri mempunyai program pendidikan diantaranya Program Diploma Tiga (D-3) gelar pendidikan A.Md (Ahli Madya), Program Strata Satu (S-1) gelar pendidikan SE (Sarjana Ekonomi), Program S-1 plus magang ke Jepang gelar SE (Sarjana Ekonomi), Program S-2 (Magister Manajemen) gelar pendidikan MM (Magister Manajemen). (Kos/Buser Trans)

18 September 2009

Nagreg Padat Merayap

Bandung, Buser Trans
Suasana jalur Cicalengka Nagreg hingga hari ini Sabtu (19/9), padat merayap terutama daerah warung lahang desa nagrog sampai nagreg laju kendaraan merayap, hingga arah dari parakanmuncang di belokan ke warung peteuy yang selanjutnya untuk tujuan tasik dan Garut melalui Cijapati keluar kadungora kab. Garut.
Suasana ini berlangsung mulai Kamis Pagi hingga kini, apalagi menjelang magrib terus bertambah kepadatannya, Andri petugas polisi di pospam Nagrog kepada buser trans mengatakan, kepadatan hari ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, untuk lebaran tahun 2009, arus mudik yang menggunakan kendaraan pribadi lebih bannyak.
“mudah mudahan hari ini puncaknya arus mudik , hingga besok kendaraan yang melalui jalur ini bias berkurang”tambahnya.

14 September 2009

Redi Mulyadi "Menerima Penghargaan Top Reporter HOKI"





REDI MULYADI, wartawan Buser Trans sekaligus reporter media internet menerima penghargaan “Top Citizen Reporter of The Month“ September 2009 dari Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) yang bermarkas di Netherlands Belanda, karena ia dinilai produktif dalam pengiriman berita. Penghargaan tersebut diterimanya pada tanggal 9 September 2009 lalu.
    “Bangga sekali. Sebab, karya berita saya sangat dihargai oleh sebuah media massa besar tingkat dunia, meski baru beberapa bulan saya bergabung dengan media Kabar Indonesia.”ungkapnya.
    Dia memang layak menerima penghargaan tersebut, karena setiap hari berita-beritanya selalu muncul di HOKI, menghiasi ‘dunia maya’ layar internet. Bahkan, ketika terjadi bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang berasal dari barat daya Tasikmalaya, tiap hari tak kurang dari 5 buah berita muncul di HOKI.
    Walaupun kirim berita ke media internet, menurut Redi Mulyadi, tapi HOKI adalah sebuah media online besar yang banyak pembacanya berasal dari penjuru dunia.”Untuk itu, berita saya telah beredar luas ke mancanagara dan dibaca oleh masyarakat internasional,”tuturnya. 
    Lantas, siapa Redi Mulyadi ini ? Pria kelahiran Cianjur ini mengaku,sejak 10 Oktober 1987 lalu sudah mulai rajin menulis di berbagai surat kabar,
seperti Mitra Desa, Galura, Pikiran Rakyat, Bisnis Indonesia,
Media Indonesia, Suara Pembaruan, Peluang, Kapital, Harian
Terbit, Pos Film, Harian Waspada, Minggu Pagi, HU Jayakarta,
Swadesi, Buana Minggu, Mandala, Gala, Mangle, Bandung Pos,
Panasea, Kartini, Amanah, Pertiwi, Senang, Seru dan lain-lainnya.
    Pada masa Orde Baru itu, ia hanyalah sebagai wartawan "freelance" lepas. Karena saat itu, untuk menjadi wartawan sebuah surat kabar teramat ketat, harus mengikuti seleksi.  Setelah itu ia menjadi wartawan Kantor Berita Nasional Indonesia (KNI) dan Tabloid SINAR TANI Biro Priangan Timur sampai sekarang.                                  .
    Namun menurut istri dari Nina Nurlina ini, pada masa Orde Baru dulu, profesi wartawan itu menjadi kebanggaan tersendiri karena berwibawa dan disegani.  Apalagi yang menyandang sebagai wartawan freelance karena dapat memasukkan berita ke berbagai media                 .                               
Pada era Reformasi, ia masuk ke berbagai media di antaranya
Mingguan Nuansa, Patroli, Jabar Pos, Gema, Redaktur Persada,
Koresponden HU Priangan (Pikiran Rakyat Grup), Kepala Biro Buser Trans, Perintis sekaligus Redaktur Pelaksana NUANSA Post dan Pemimpin                 
Redaksi BERITA.Com serta kini menjadi Reporter Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) yang markasnya di Belanda.                            .
    Selama 22 tahun menjadi wartawan (1987-2009), terutama
saat menjadi wartawan freelance, ternyata banyak suka dukanya. Walau profesi wartawan -- bila dari sisi materi -- rasanya sulit
untuk bisa menjadi kaya, kecuali kaya relasi/ rekan dan ilmu.
Kini ia memiliki beberapa anak buah yang memiliki karakter berbeda dan beberapa wartawan yang sulit diatur.  Tapi itulah wartawan di era Reformasi, terutama rekan-rekan wartawan yang kurang memahami dan memaknai arti profesi wartawan yang sesungguhnya.                    .
    Sejak awal, ayah dari Lukman Nugraha dan Irenia Sakinah ini memang ingin menjadi wartawan sejati yang beretika dan bermoral, professional, santun, disegani, menjunjungi tinggi kode etik, serta dapat menolong sesama umat, juga berkarya dan terus berkarya.             .
    Menurutnya, seorang wartawan harus selalu belajar dan belajar dalam setiap kesempatan. Dalam kamus wartawan sejati, tidak ada istilah malas untuk belajar karena profesi wartawan itu harus pintar dibanding narasumber/ orang yang diwawancarai, terutama dalam hal penulisan berita. Jadi, lucu bila ada yang mengaku wartawan tetapi tidak bisa menulis berita. Namun kenyataan sekarang, jangankan bisa 'menulis' berita, mewawancarai (apalagi pejabat) saja bingung karena tidak menguasai 'materi' atau bahan untuk wawancara dan umumnya mereka malas belajar.                                  .
  Lucunya lagi, wartawan 'uka-uka' begitu bangga dengan KTA yang dimiliknya dan digantungkan di saku bajunya. Lantas, perilakunya ala preman, misalnya melakukan pemerasan atau memburu amplop. Namun ia yakin 1000% bahwa rekan-rekan Pewarta HOKI adalah Pewarta sejati, pilihan, professional, berdedikasi tinggi, tanpa pamrih Semoga!     .                          

     Selama ini, selain menjadi wartawan, ia pun gemar menulis buku. Beberapa waktu lalu, ia pun menerbitkan buku Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer dan tiga buku resep masakan Sedap Sekejap, penerbit CV Aneka Solo dan 4 seri buku cerita silat yang diterbitkan oleh pengarang Kho Ping Hoo. Kemudian buku Cara Mudah Belajar Komputer, Kiat Praktis Usaha Tani, Rahasia Bermain Sulap, Kumpulan Dongeng Anak, Cara Hebat Belajar Sempoa dan buku Kumpulan Artikel Pertanian, buku "Agenda Kegiatan Ramadhan" khusus bagi SD/ MI, SMP/ MTs/ SMU/ SMK/ MA.  Tak lama lagi ia akan menerbitkan buku riwayat hidup "Sang Jurnalis Sejati" H. Eddy Padmadisastra, wartawan senior H.U. Suara Pembaruan dari Tasikmalaya.(*) 

12 September 2009

134 Rumah di Desa Imbanagara Rusak Akibat Gempa

KAB.CIAMIS,Buser Trans
    Sebanyak 134 rumah mengalami rusak berat dan ringan yang menimpa warga Desa Imbanegara Kec.Ciamis/Kab.Ciamis pada peristiwa bencana gempa berkekuatan 7,3 SR yang terjadi pada 2 September 2009 lalu. Sedangkan korban jiwa tidak ada, kecuali ada seorang warga yang mengalami luka-luka hingga harus mendapat jahitan di kepalanya.
    "Pada peristiwa gempa bumi yang lalu, memang banyak rumah milik warga desa yang mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun rusak ringan. Namun, masalah berapa jumlah kerugiannya, kami masih melakukan pendataan agar hasilnya akurat,"ujar Dadang, Kades Imbanagara kepada Buser Trans.
    Ketika ditanya mengenai bantuan bagi warga yang menjadi korban, menurut Dadang, memang ada meski tidak mencukupi karena jumlah korban yang cukup banyak. Namun,bantuan yang paling utama dibutuhkan warganya, yakni untuk memperbaiki kondisi rumah milik mereka yang rusak.
    Dadang menyebutkan, bahwa rumah warga desanya yang rusak membutuhkan bantuan bahan bangunan, agar segera bisa memperbaikinya. "Kami saat ini tengah berusaha untuk memperoleh bantuan dari Pemkab Ciamis maupun donatur terutama bahan bangunan untuk memperbaiki rumah warga,"ujarnya.
    Karena untuk memperbaiki rumahnya yang rusak, terutama yang hancur dan rusak berat, tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sementara itu, warganya saat ini tidak begitu konsentrasi untuk bekerja atau mencari uang, terutama untuk biaya perbaikan rumahnya.
   "Kami harap, Pemkab Ciamis untuk segera mengucurkan dana bantuan untuk perbaikan rumah warga yang menjadi korban gempa,"tutur Dadang via ponselnya.(REDI M.BUSER)

800 KK Warga Desa Cikubang Belum Nikmati Listrik



KAB.TASIK,Buser Trans
     Sedikitnya 800 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Cihikeu, Kampung Batu Beureum dan Kampung Cibatok yang berada di  Desa Cikubang Kec.Taraju Kab.Tasikmalaya sampai saat ini belum menikmati aliran listrik seperti halnya warga dari desa lain.
    “Selama ini, warga di tiga kampung ini tiap malam selalu gelap gulita dan para pelajar tidak bisa belajar secara optimal, karena belum adanya penerangan listrik.”ujar Koko,warga desa setempat.
    Padahal, lanjut Koko, keberadaan Desa Cikubang bukan sebuah daerah atau desa terisolir, karena letaknya berada di kawasan Jl.Raya Taraju.” Sebenarnya,warga dan Pemdes Cikubang sudah mengajukan permohonan kepada PLN agar segara dipasang listrik,tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan dan terealisasi.”ujarnya
    Dengan belum menikmatinya aliran listrik, sebanyak 800 KK warga Desa Cikubang merasa dianaktirikan.Padahal, penduduk di tiga kampong tersebut setiap tahun selalu membayar PBB dan kewajiban-kewajiban lainnya.
    Karena itu, warga Desa Cikubang menuntut kepada pemerintah khususnya pihak PLN agar dapat mengabulkan permohonan pemasangan listrik, apalagi program listrik gratis seperti di desa lain.(AAN.S/REDI M.BUSER)

Desa Ciroyom Menerima Bantuan MCK



KAB.TASIK, Buser Trans
Desa Ciroyom yang berada di wilayah Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas lahan 633,5 hektar yang terdiri dari lahan darat dan pesawahan.Adapun jumlah penduduk desa ini sebanyak 4.497 yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai kaum petani.
Kepala Desa Ciroyom kali ini dijabat oleh A.Bagjana yang berdedikasi dan siap membangun desanya ke arah yang lebih maju lagi.” Kami bersama warga siap memajukan pembangunan di Desa Ciroyom.”tuturnya.
Pada tahun 2009 kali ini, Desa Ciroyom menerima bantuan dari Pemkab Tasujnalaya berupa MCK, pengerasan jalan dan saluran air yang dapat menunjang kemajuan di desa ini. Bahkan, pembuatan MCK besar manfaatnya bagi warga.
“Warga desa kami sudah dapat memanfaatkan bantuan MCK dari Pemkab Tasikmalaya.”jelas A.Bagjana.
Namun demikian, warga dan Pemdes Ciroyom masih berharap bantuan untuk pengaspalan jalan desa dari Jl.Cisinga yang kini kondisinya rusak. Bila kondisi jalannya sudah mulus, menrut A.Bagjana, duharapkan roda pemerintahan dan pemasaran hasil pertanian para petani dapat berjalan lancar.(AAN.S/REDI.M.BUSER)****

Calon Jemaah Haji (Buser Tans)

Calon jemaah haji tengah mengikuti bimbingan manasik yang digelar KBIH Yayasan Assurur

KOTA TASIK,Buser Trans
    Bagi warga Kota Tasikmalaya khususnya, tentu saja sudah tak asing lagi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Yayasan Assurur di Jl. Paseh Kota Tasikmalaya.Sebab, KBIH yang memberikan pelayanan jasa bimbingan haji ini telah dirintis sejak tahun 1966 oleh (alm) KH.Ma’mun.
    “Alhamdulillah, selama ini kami telah membimbing para calon jemaah haji, mulai dari awal persiapan dan pemberangkatan hingga di tanah suci dan kembali ke tanah air.”ujar Drs.H Dede Ru’yatul Hajar.
    Pada musim haji tahun 2009 ini, menurut H.Ru’yatul Haja, bahwa KBIH Yayasan Assurur membimbing sebanyak 180 calon jemaah haji yang berasal dari Kota/Kab.Tasikmalaya bahkan ada yang berasal dari Bandung dan Bekasi.
   H.Dede panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa awalnya Assurur merupakan wakil seorang syehk dari Arab Saudi, lalu tahun 1990 berubah nama menjadi Maktab sampai tahun 1993. Sepeninggalnya KH.Ma’mun, maka ia yang lulusan Pesantren Gontor melanjutkannya dan merintis yayasan pada tahun 1995 hingga menjadi KBIH Yayasan Assurur yang saat itu di Kabupaten Tasikmalaya hanya ada 3 buah KBIH.
   “Insyaallah, kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi yang hendak menunaikan ibadah haji, terutama dalam hal bimbingan.”ujar H.dede kepada Buser Trans,pekan kemarin.(AAN SUGANDA/RM)***

11 September 2009

Kab.Pangandaran Bakal Terbentuk Tahun 2010 ?

KAB.CIAMIS,Buser Trans
Ada kabar gembira, bahwa rencana pembentukan Kab.Pangandaran tampaknya makin mengerucut dan diharapkan bisa terwujud pada tahun 2010 mendatang. Bila hal ini terwujud, maka kawasan objek wisata pantai selatan ini akan memiliki pemerintahan sendiri dan terpisah dari Kab.Ciamis.
Bahkan, rombongan panitia khusus (pansus) DPRD Jawa Barat yang membahas pembentukan Kab.Pangandaran telah melakukan kunjungan kerja ke Ciamis dan Pangandaran, Kamis-Jum’at pecan lalu.
“Tujuan kami melakukan kunjungan kerja ini, tiada lain untuk memperoleh akurasi data tentang persiapan pembentukan Kab. Pangandaran, yang merupakan pemekaran dari Kab. Ciamis. “ujar Ketua Pansus H.E.Kusnadi didampingi Wakil Ketua Pansus H Basuki Suparno.
Setelah melakukan kunjungan kerja, menurut Kusnadi, Pansus DPRD Jabar akan melakukan studi banding ke Provinsi Jawa Timur dan NTB terkait proses pemekaran kabupaten. Hal itu perlu dilakukan agar proses pembentukan Kab. Pangandaran tidak terhambat dan segera terealisasi. Selain itu, pihaknya akan segera melakukan konsultasi dengan Depdagri dan DPR RI.
“Setelah kami melobi Depdagri maupun DPR RI, maka diharapkan pembentukan Kab.Pangandaran dapat terwujud pada tahun 2010 mendatang.”ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis Drs.H.Iing Syam Arifin beberapa waktu lalu kepada Buser Trans mengungkapkan, bahwa pembentukan Kab. Pangandaran sudah layak berdasarkan pengkajian pemda bekerjasama dengan perguruan tinggi.
“Kalau memang sudah layak, kenapa tidak Pangandaran menjadi kabupaten.”ujarnya ketika ditemui di rumahnya.(REDI M.BUSER/ATENG/ACENG YASIMA)****

KADES DAN PAMONG DESA BANTARDAWA GIGIT JARI



KAB.CIAMIS, Buser Trans
    Walaupun sudah dilantik sebagai Kepala Desa Bantardawa  Kec.Purwodadi Kab.Ciamis pada tanggal 13 Oktober 2008 lalu, tetapi Hadri dan stafnya mengaku masih gigit jari, karena sampai saat ini belum menikmati upah kerja dari tanah bengkok desa.
    Alasannya, tanah bengkok desa seluas 1.750 bata tersebut berada di pihak ketiga, karena digadaikan oleh mantan kepala desa pada tanggal 30 Desember 2008 sesuai yang tertera pada kwintansi. “Kami harus gigit jari saja, karena tanah bengkok desa masih berada di pihak penggade.”ujar Hadri.
    Padahal, menurut Hadri, penghasilan dari asset milik desa tersebut untuk upah kerja seluruh ‘pamong’ perangkat desa. Bahkan pada kwitansi tertera, masa gadai dengan pihak ketiga itu berakhir pada tahun 2013. Dengan demikian, Kepala Desa Bantardawa dan stafnya harus bekerja tanpa mendapatkan imbalan.
    Kades menjelaskan, bahwa tanah bengkok seluas itu dengan nilai gadai Rp.8.750.000. “Namun, karena tanah bengkok desa itu berada di penggadai, maka saya dan staf hanya bisa gigit jari.”ujarnya
    Sebenarnya, Hadri bersama stafnya sudah mengajukan permasalahan ini terutama dengan pihak BPD hingga ke tingkat kecamatan.Bahkan sudah digelar  rapat sosialisasi keuangan desa/bengkok pada 7 Mei 2009 lalu, tetapi sampai sekarang tak ada realisasinya.
    Sementara itu, kewajiban Desa Bantardawa  seperti halnya pembayaran PBB  sebesar Rp.30.800.000 sudah lunas tepat waktu. Karena itu, Kades Hadri mengharapkan segera turunnya dana stimulant yang saat ini dipending kembali.
    “Walaupun kami dan staf tidak menerima upah, terutama dari tanah bengkok desa, kami tetap berusaha untuk membangun Desa Bantardawa kea rah yang lebih maju.”tutur Hadri kepada Buser Trans,pecan kemarin. (JAJANG.SP/RM)***  

Desa Sodonghilir Harapkan Bantuan Perbaikan Saluran Paniis & Burujul



KAB.TASIK, Buser Trans
    Desa Sodonghilir yang berada di pusat kota kecamatan Sodonghilir ini memiliki 7 kedusunan dengan jumlah penduduk sebanyak 7.000 jiwa dan hak pilihnya sekitar 5.900 jiwa.Selama ini, sektor pertanian menjadi andalan di desa ini, karena sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani.
   Karena itu tak mengherankan, bila kebutuhan air untuk mengairi pesawahan seluas 25 hektar sangat dibutuhkan para petani yang menggarap lahan pertaniannya. Sementara itu, saluran air Paniis dan Burujul dinilai kurang memadai.
    “Kebutuhan air untuk mengairi lahan pesawahan seluas 25 hektar tersebut, maka para petani mengharapkan bantuan perbaikan terhadap saluran Paniis dan Burujul, agar hasil panennya meningkat.”ujar Moh.Sajidin, yang baru beberapa bulan menjabat Kepala Desa Sodonghilir ini kepada Buser Trans.
    Dengan luas lahan pertanian 25 hektar tersebut, menurut Moh.Sajidin, warga desanya dapat membayar PBB tepat waktu. Hal ini terbukti dengan diraihnya penghargaan lunas PBB tingkat kecamatan sejak tahun 1996 sampai 2005.
    Selain itu, di desanya masih tercatat sebanyak 180 KK yang sampai sekarang belum menikmati penerangan listrik, meski permohonan pemasangan sudah diajukan kepada pihak PLN. “Warga desa kami memang belum seluruhnya menikmati aliran listrik.”tuturnya.
    Selain itu, ternyata di Desa Sodonghilir ini masih banyak jalan desa yang kondisinya rusak parah, sehingga perlu bantuan pengerasan dan pengaspalan seperti jalan di Kampung Mantaja, Cileutik,Cintayam, Paku Leueur,Mekargalih, Limusnunggal dan Burujul.(AAN.S/REDI M.BUSER)

DESA LUMBUNG KEMBANGKAN OBJEK WISATA KERAMAT MANGUNJAYA



KAB.CIAMIS,Buser Trans
    Desa Lumbung yang berada di Kec.Lumbung Kab.Ciamis ternyata memiliki sebuah objek wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan,yakni objek wisata Keramat Mangunjaya.Lokasi objek wisata ini sekitar 6 km dari Jl.Raya Panjalu- Kawali.
    “Karena melihat potensinya,maka kami saat ini berusaha akan membuka dan mengembangkan objek wisata Keramat Mangunjaya,dengan membuka jalan serta membenahi kawasan wisata.”ujar Yuyu Wahyu,Kepala Desa Lumbung.
    Yuyu menjelaskan,bahwa di objek wisata ini selain adanya makam keramat Kyai Mangunjaya asal Banten yang menyebarkan syiar Islam di wilayah Ciamis Utara, juga sumber air yang ‘ngaburial’ memancar dari tanah,kemudian ada air terjun yang cukup tinggi.
    “Bahkan,ada sebuah goa yang belum terjamah dan konon goa ini tempat persembunyian gerombolan setelah mereka diobrak-abrik TNI di Gunung Sawal.”katanya.
    Dalam upaya membuka dan mengembangkan objek wisata ini,menurut Yuyu Wahyu,setiap minggu warga desanya dikerahkan untuk melakukan gotong royong. Dalam untuk membuka jalan menuju objek wisata dan membenahi lokasi wisata agar nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
    Kabarnya,menurut Kades Lumbung,belum lama ini ada petugas dari Dinas Pariwisata Kab.Ciamis menelusuri potensi objek wisata keramat Mangunjaya. Dengan turun tangannya instansi terkait,maka diharapkan mengucurkan bantuan dana untuk membenahi kawasan objek wisata ini.
    “Untuk sementara ini,objek wisata Keramat Mangunjaya akan dikelola oleh Pemdes dan Karang Taruna Desa Lumbung,yang diharapkan akan memperoleh kontribusi dari pembelian karcis.”tuturnya.(REDI M.BUSER/KARSIDIK)***

WARGA SODONGHILIR SAMBUT PEMBUATAN SIM KELILING



KAB.TASIK,Buser Trans
Selama tahun 2009 ini, warga masyarakat Kec.Sodonghilir sudah dua kali memperoleh kesempatan untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) secara mudah, dengan adanya proses pembuatan SIM yang dilakukan Polreskab Tasikmalaya.
“Dengan adanya proses pembuatan SIM Keliling ini membuktikan bahwa semakin baik dan dekatnya pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sebaliknya, kini masyarakat pun sudah semakin sadar terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk dalam hal tertib lalu lintas dengan kepemilikan SIM.”ujar SS.Mustofa, seorang pemerhati social politik.
Buser Trans saat memantau proses pembuatan SIM Keliling yang bertempat di Gedung Serbaguna Desa Sodonghilir, Bripka Ayi Hodayat menjelaskan, sampai pukul 11.00 WIB pemilik kendaraan yang membuat SIM sudah tercatat sebanyak 150 orang.
“Dengan adanya pelayanan pembuatan SIM Keliling atau kolektif ini, maka diharapkan kesadaran masyarakat pemilik kendaraan semakin tinggi, terutama dalam hal tertib lalu lintas.”ujar Bripka Ayi Hidayat.
Kesadaran masyarakat di wilayah Sodonghilir untuk membuat SIM semakin meningkat, tiada lain karena peran dan dekatnya para petugas polsek Sodonghilir dengan masyarakat. Juga petugas sering menjelaskan manfaat SIM bagi pengendara baik kendaraan roda dua maupun roda empat. (AAN.S/RM)***

KORBAN GEMPA DI KAB.TASIK MASIH TRAUMA



KAB.TASIK,Buser Trans
    Walaupun masih dalam suasana trauma dan panik, sebagian besar warga yang menjadi korban bencana gempa di beberapa kecamatan di Kab.Tasikmalaya, sejak Kamis (3/9) pagi mulai kembali ke rumah masing masing, terutama untuk memeriksa kondisi barang-barang yang selamat dan juga membenahi puing-puing rumah yang ambruk atau mengalami kerusakan ringan.
    “Setelah shalat subuh tadi, saya menengok keadaan rumah dan ternyata tidak ada barang yang bisa diselamatkan, kecuali pakaian. Karena perabotan dapur, TV dan lainnya hancur tertimpa bangunan rumah,”ujar Mahmudin, warga Desa Jayapura Kecamatan Cigalontang.
    Namun, Mahfudin dan beberapa warga lainnya yang bangunan rumahnya mengalami kerusakan berat di Desa Jayapura kembali ke tempat pengungsian di komplek Kantor Kecamatan Cigalontang, mereka berkumpul dengan para pengungsi dari desa lain.
    “Kami masih trauma untuk kembali ke rumah, selain kondisi rumah yang sebagian besar hancur, juga khawatir akan terjadi gempa susulan yang lebih besar lagi,”tutur Ny.Mimin kepada Buser Trans.
    Pada malam harinya, para pengungsi korban gempa yang berada di Cigalontang sempat dikunjungi Bupati Tasikmalaya Drs.H.Tatang Farhanul Hakim sekaligus memberikan bantuan berupa beras, mie instans dan lainnya.
Bupati pun mengimbau kepada warganya agar tidak panic menghadapi bencana gempa tersebut.
    Berdasarkan laporan sementara yang diperoleh BUSER TRANS menyebutkan, bahwa bencana paling parah di Kabupaten Tasikmalaya yaitu  terjadi di Kecamatan Cigalontang, Cisayong, Sukahening, Salawu, dan Sodonghilir. Saat ini, sebagian besar warga yang rumahnya rusak mengungsi di tenda-tenda yang disediakan pemerintah atau tenda yang mereka dirikan sendiri.
    Hasil pemantauan wartawan Buser Trans di lapangan menyebutkan, bahwa sebagian besar korban gempa di beberapa wilayah di Kabupaten Tasikmalaya masih tampak trauma untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
    “Bahkan sebanyak 250 orang warga Desa Banyuasih Cipatujah kumpul di kantor bale desa. Para pengungsi di sini selain membutuhkan bantuan pangan juga tenda untuk menginap,”lapor Aan Suganda.
    Wartawan Buser Trans lain di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, Wawan A.Gunawan dan Rahmat Efendi melaporkan, korban gempa di daerahnya setelah menata dan mengemasi barang-barang berharganya, korban gempa kembali ke lokasi pengungsian maupun ke rumah sanak keluarganya yang selamat.
    “Namun, ada pula warga yang membenahi puing-puing rumahnya yang rusak ringan, meski mereka masih dalam keadaan panic dan trauma untuk menempatinya,”lapor Wawan A.Gunawan via ponselnya.
    Sementara itu, Karsidik wartawan Buser Trans di Ciamis pun melaporkan, bahwa  warga di RW.26 dan RW.27 Kampung Lembur Situ Kota Ciamis tercatat sebanyak 69 rumah mengalami rusak parah dan 52 rumah rusak ringan. “Tidak ada korban jiwa yang tertimpa reruntuhan rumah kecuali luka ringan akibat terjatuh,”lapornya.
    Sedangkan dari Pamarican, meski anaknya sedang mengalami musibah akibat terserang DBD dan dirawat, Jajang SP melaporkan pula bahwa beberapa rumah penduduk di daerahnya banyak yang mengalami kerusakan baik rusak berat maupun rusak ringan.”Sejauh ini tidak ada korban jiwa,”katanya. Hal senada diungkapkan Ateng Jaelani dari kawasan Pangandaran. (REDI BUSER)**

PAMSIMAS TUNAS HARAPAN DI DESA WANDASARI SELESAI DIBANGUN



KAB.TASIK,Buser Trans
LKM Tunas Harapan di Desa Wandasari Kec. Bojonggambir Kab.Tasikmalaya bagian selatan, kini telah selesai membangun proyek PAMSIMAS senilai Rp.275 juta dalam pengadaan sarana air bersih, yang kini sudah dinikmati warga.
“Alhamdulillah, proyek Pamsimas akhirnya selesai juga walau membutuhkan waktu agak lama.Namun yang pasti, kini warga sudah dapat menikmatinya, dan tidak lagi kekurangan air bersih.”ujar H.Syarif Jumara, Ketua LKM Tunas Harapan.
H.Syarif menjelaskan, bahwa dana untuk proyek Pamsimas ini berasal dari APBN, APBD dan swadaya masyarakat. Dia mengakui atas keterlambatan pembangunannya, karena memang sarana angkutan yang menuju ke lokasi sangat rusak, dan juga bantuan dari pemerintah agak terlambat cairnya.
Karena itu, warga pun berharap kepada pemerintah agar memperbaiki kondisi jalan desa dari jalan protocol yang menuju ke Desa Wandasari, yang memang rusakparah.Tidaklah mengherankan bila hasil panen para petani dari Desa Wandasari dan sekitarnya kurang lancar, bahkan seringkali tidak bisa dipasarkan.(AAN.S/REDI M.BUSER)

Enam Warga Desa Pamarican Kab.Ciamis Terserang DBD



KAB.CIAMIS,Buser Trans:
   Dalam seminggu terakhir ini, sedikitnya sudah ada sudah ada 6 orang warga Dusun Pamarican  Desa Pamarican Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis bagian selatan yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), tetapi tidak sampai merenggut jiwa.
   “ Sejak dua hari lalu, anak saya Pepi terserang DBD hingga trombositnya sangat rendah. Kami khawatir serangan DBD akan meluas kepada warga lain,”ungkap Tatang, warga Dusun Desa kepada Buser Traans
    Dia menjelaskan, bahwa ke enam orang yang terserang DBD tersebut berada di RT.01, RT.03 dan RT.07 Kedusunan Pamarican. Namun, keenam penderita DBD tersebut tidak dibawa ke rumah sakit, tetapi diopname di rumah H.Hiban yang bertugas sebagai Kepala Puskesmas Purwodadi Kecamatan Lakbok yang kebetulan bertempat tinggal di kampung tersebut.
     Jika tidak segera ditangani oleh Kepala Puskesmas tersebut, ada kemungkinan ke 6 penderita DBD tersebut tak akan tertolong jiwanya, karena kampung ini cukup jauh ke rumah sakit baik Rumah Sakit Umum Banjar maupun Rumah Sakit Umum Ciamis.
    “ Dua orang penderita sudah sembuh, sedang penderita lain seperti  Pepi, kemudian Depi, Titi dan Jono masih dirawat di rumah Pak H.Hiban, karena kondisinya masih lemah dan perlu perawatan,”tutur warga lain.
   Dengan banyaknya warga yang terserang DBD, maka warga Desa Pamarican mengharapkan kepada Pemkab Ciamis melalui Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan melakukan berbagai upaya pencegahan, terutama penyemprotan (fogging) terhadap nyamuk yang menjadi penyebab DBD.
    “Jangan sampai kasus DBD ini  kian merebak dan menelan korban jiwa. Kami harap Pemkab Ciamis jangan berpengaku tangan setelah menerima laporan dari petugas Puskesmas dan aparat desa yang mengalami kasus DBD.”ujarnya.(*)

Pohon Aren Bercabang di Komplek Makam Endong



CIAMIS, Buser Trans
    Ini jarang terjadi dan sungguh ajaib. Ada sebuah pohon aren yang bercabang dua dan ditemukan di komplek Makam Endong yang berada di Dusun Tegal Panjang Rt.01/09 Kelurahan Linggasari Kec.Ciamis. Penemuan pohon aren ini sempat menghebohkan warga dusun setempat.
    “Karena memang aneh, ada ponon aren yang bercabang, dan saya sendiri baru kali ini melihatnya.”ujar Ibeng, warga dusun setempat.
    Pohon aren bercabang dua itu berada di lahan kebun milik Drs.Ahmad Hidayat, tepatnya dipinggir Komplek Makam Endong, yang pertama kali menemukannya adalah Acep. Dengan adanya pohon aren yang berumur sekitar satu tahunan itu, tentu saja mengundang rasa penasaran bagi orang yang melewati komplek pemakaman umum itu.
    “Ada pula orang yang melihat keanehan pohon aren ini menghubungkannya dengan hal-hal gaib. Konon kabarnya, munculnya cabang pohon itu secara tiba-tiba, artinya belum lama ini.”sela Diding warga kampung lain.
    Bahkan kabarnya, menurut Diding, ada orang yang datang untuk melihat pohon aren bercabang dua tersebut pada malam hari secara sembunyi-sembunyi, entah tujuannya apa.
    “Namun yang pasti, keanehan pohon aren bercabang dua merupakan ciptaan Tuhan untuk direnungi, bahwa Tuhan Maha Kuasa dengan segala kehendak-Nya.”tuturnya.(REDI M.BUSER)***   

Sebanyak 155 Rumah di Desa Cibeureum Rusak Akibat Gempa



KAB.CIAMIS,Buser Trans
    Akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di sebelah barat daya Tasikmalaya sungguh dahsyat.Karena ribuan rumah penduduk di beberapa kawasan di Jawa Barat ambruk, rusak berat dan rusak ringan, juga ratusan fasilitas umum. Tak terkecuali adanya korban jiwa dan yang mengalami luka-luka.
    “Bahkan, sebanyak 155 buah rumah di desa kami mengalami kerusakan yang sangat berat, sehingga mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp. 1.587.000.000. Saya tidak menduga, kalau musibah gempa pada tanggal 2 September yang lalu itu menimpa warga desa yang saya pimpin,”ujar Didi Kamsidi, Kepala Desa Cibeureum Kec.Sukamantri Kabupaten Ciamis kepada Buser Trans.
    Didi menjelaskan, bahwa Desa Cibeureum merupakan desa terparah di Kecamatan Sukamantri akibat gempa bumi tersebut, sehingga Wakil Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin pun sempat mengunjungi warga desa ini. “Setelah menerima laporan dari kami, Pak Wabup langsung mengunjungi para korban, dan memberikan bantuan,”ujarnya.
    Kepala Desa Cibeureum mencatat sejumlah rumah penduduk yang mengalami kerusakan parah antara lain: Dusun Karangsari yakni milik Aep Saepuloh, Enceng Tatang, Gusman, Endan Sajidin, Entis, Suryo,Rian H, Enduh, Tati, Gungun,Iloh, Nono, dedi, Jajat, Aan Rojak dan Eli. Dusun Nusasireum yakni Enduy, Dodo, Madrasah Nurul Huda, H.Mamat, Aas Anwar, Usup, Ujang Komir,Oyo,Momo,Ninding,Adah,Yaya,Gugun,
Maemunah,Engkus, Mesjid Jamie, Yaya S. Komar dan Ahong.
    Selanjutnya di Dusun Caringin yakni Mesjid Jamie, Juhandi, Ohid, Empat,Lili,Maman, Kandar E, Jaenudin, Imim, Juhdi,Pendi, Endi, Nono,, Endang,Kirman, Maman,Ohid,Usep,Lili,Aan, Aja,Ili,Jajang,Rahman,Nana, Pendi, H.Sarip, Toni dan Anda.Kemudian di Dusun Cimara yakni Uca, Ojo,Dullah,AdinAen, Imas, Omon, Erat, Upi,Ojo Icih,Endi, Anah,Engkon, Iti S,Bale Dusun,Jaenal, Edi, Uut, Jojo,Alit, Didih, dan Daman.
    Sementara di Dusun Bojongsari yakni Dono,Eman,Tosir,Emon, Dede,Omo,Dede,AmarAdang,Dede,Jono,Emod,Nono S,Karsidi,Encud,Dikin,Iwan Y, Encas, Hendarso,Cucu M,Trisno,Majid Al Ikhlas,Tata, Rukidah,Engkus J, Nana,Mamat E, Arif,Sujarya,Mamat B,Aan S, Didi J, Tarli,Ami dan Juju,Sari,Ohim,Wawan, Olih,Uca C, Komin, Iwan S, Omi E,Suhama, Edi, Sumitra,Bale Dusun dan banyak lagi kerusakan rumah milik penduduk Desa Cibeureuem.( REDI M.BUSER)@@
   

WARGA DESA SANDINGTAMAN LAKUKAN PADAT KARYA



KAB.CIAMIS, Buser Trans
Pada tahun 2009 ini, Desa Sandingtaman Kec.Panjalu Kab.Ciamis menerima bantuan dana sebesar Rp.158 juta dari pemerintah untuk kegiatan padat karya yang dilakukan warga desa setempat. Hal itu diungkapkan Kades H.Uned kepada Buser Trans.
“Namun, bantuan dari pemerintah untuk kali ini kami arahkan pada kegiatan padat karya yang sifatnya produktif dan langgeng, yakni usahatani penanaman bunga endong laut dengan membuka lahan seluas 2.000 bata.”ungkap H.Uned.
Dengan demikian, meskipun kegiatan padat karya yang dilakukan warga selama 40 hari sudah selesai, tetapi warga masyarakat masih tetap menggarap usahatani penanaman bunga ending laut tersebut hingga kelak menghasilkan uang.
Karena itu bantuan dari pemerintah sebesar itu, selain digunakan untuk ongkos kerja warga yang membuka lahan, juga untuk pembelian bibit tanaman bunga dan sarana produksi pertanian. Adapun usahatani tersebut dikelola warga melalui kelompok tani yang ada di Desa Sandingtaman.
“Saya optimis, bila usahatani tanaman bunga endong laut ini berhasil, maka kesejahteraan warga akan meningkat karena adanya pendapatan tetap. Jadi, kegiatan padat karya yang kini dilakukan akan terus dinikmati hasilnya oleh warga desa kami.”
Namun diakuinya, usahatani tanaman hias yang saru ini membutuhkan biaya pemeliharaan besar dan waktu cukup lama. Karena itu, saai ini Kades Sandingtaman tengah berusaha mencari bantuan dana untuk biaya pemeliharaan dan lainnya. “Kami tetap masih membutuhkan bantuan dana dari pemerintah.”katanya. (REDI M.BUSER/KARSIDIK)***

WARGA DUSUN KARANGSARI MEMBANGUN MESJID



KAB.CIAMIS,Buser Trans
    Sejak beberapa minggu terakhir ini, warga Dusun Karangsari  Desa Banjaranyar Kec.Banjarsari Kab.Ciamis tampak antusias membangun Mesjid At-Taqwa berukuran 12 x 10 meter pada lahan seluas 2.075 meter persegi, yang merupakan tanah wakaf dari Taska.
    Ketua Panitia Pembangunan Mesjid At-Taqwa yakni Sarju yang didampingi Sadma selaku bendahara dan Endang selaku sekretaris menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembangunan mesjid ini sebesar Ep.210 juta yang sumber dananya berasal dari swadaya masyarakar dan donatur.
    “Alhamdulillah, warga Dusun Karangsari sangat peduli terhadap pembangunan sarana keagamaan, sehingga pembangunan Mesjid At-Taqwa ini akan segera terwujud.”ungkap Sarju kepada Buser Trans.
    Sarju menjelaskan, bahwa proses pembangunan mesjid ini diperkirakan akan selasai selama 6 bulan, terutama apabila swadaya masyarakat berjalan lancar.
    Endang menambahkan, meski pembangunan mesjid ini merupakan hasil swadaya masyarakat, karena masih membutuhkan dana yang cukup besar, panitia pun sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan, dinas dan istansi terkait yang peduli terhadap dunia pendidikan keagamaan.
    Sebab, rencananya di komplek mesjid ini akan dibangun pula ruangan baru yang khusus bagi pendidikan anak semacam MDA/madrasah maupun tempat untuk ngaji, karena staf pengajarnya sudah siap.” Selama ini, anak-anak memanfaatkan ruangan mesjid untuk belajar agama dan ngaji.”ungkapnya.(JAJANG SP/RM)**