11 September 2009

WARGA DUSUN KARANGSARI MEMBANGUN MESJID



KAB.CIAMIS,Buser Trans
    Sejak beberapa minggu terakhir ini, warga Dusun Karangsari  Desa Banjaranyar Kec.Banjarsari Kab.Ciamis tampak antusias membangun Mesjid At-Taqwa berukuran 12 x 10 meter pada lahan seluas 2.075 meter persegi, yang merupakan tanah wakaf dari Taska.
    Ketua Panitia Pembangunan Mesjid At-Taqwa yakni Sarju yang didampingi Sadma selaku bendahara dan Endang selaku sekretaris menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembangunan mesjid ini sebesar Ep.210 juta yang sumber dananya berasal dari swadaya masyarakar dan donatur.
    “Alhamdulillah, warga Dusun Karangsari sangat peduli terhadap pembangunan sarana keagamaan, sehingga pembangunan Mesjid At-Taqwa ini akan segera terwujud.”ungkap Sarju kepada Buser Trans.
    Sarju menjelaskan, bahwa proses pembangunan mesjid ini diperkirakan akan selasai selama 6 bulan, terutama apabila swadaya masyarakat berjalan lancar.
    Endang menambahkan, meski pembangunan mesjid ini merupakan hasil swadaya masyarakat, karena masih membutuhkan dana yang cukup besar, panitia pun sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan, dinas dan istansi terkait yang peduli terhadap dunia pendidikan keagamaan.
    Sebab, rencananya di komplek mesjid ini akan dibangun pula ruangan baru yang khusus bagi pendidikan anak semacam MDA/madrasah maupun tempat untuk ngaji, karena staf pengajarnya sudah siap.” Selama ini, anak-anak memanfaatkan ruangan mesjid untuk belajar agama dan ngaji.”ungkapnya.(JAJANG SP/RM)**

Petani Kab.Tasik Ekspor Beras Organik



KAB Tasik,Buser Trans
      Pada hari Kamis (20/8) lalu, petani di Kabupaten Tasikmalaya untuk pertamakalinya  bisa mengekspor beras organik SRI (System Rice of Intensification) ke pasar Amerika sebanyak 20 ton. Dengan demikian, ekspor beras ramah lingkungan SRI itu sekaligus merupakan kado intimewa bagi Kabupaten Tasikmalaya, karena pada hari itu bertepatan dengan Hari Jadi ke 898.
     Hal itu diungkapkan Bupati Tasikmalaya Drs.Tatang Farhanul Hakim M.Pd disela-sela peringatan Hari Jadi kabupaten ini “Ekspor beras SRI ke Amerika pada hari ini merupakan kado istimewa bagi Kabupaten Tasikmalaya yang merayakan Hari Jadi ke 898. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat terutama kepada para petani, “ungkapnya
    Bupati mengatakan, dengan adanya ekspor beras organic SRI tersebut membuktikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya mampu merealisasikan visinya yang bertekad menjadi kabupaten maju dan sejahtera dalam bidang agrobisnis di Jawa Barat tahun 2010. Apalagi padi SRI yang dihasilkan petani telah lolos sertifikasi organic internasional Institut for Marketcology (IMO) yang bermarkas di Swiss.
    “Para petani di Kabupaten Tasikmalaya telah memberikan kado istimewa pada Hari Jadi ke 898 Kabupaten Tasikmalaya, dimana hasil panen padinya telah mampu di ekspor ke Amerika, yang teramat ketat untuk bisa memasukan suatu produk ke Negeri Paman Syam itu. Ini yang membanggakan kita semua,”tutur bupati.
     Ekspor beras ini, lanjut Bupati Tatang FH, merupakan kali pertama yang dilakukan petani Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, untuk kategori beras organic SRI ini, mungkin yang pertama di Indonesia.” Karena sejauh ini di Indonesia, belum ada daerah yang memiliki sertifikasi organic dari IMO, sehingga Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah satu-satunya yang memiliki sertifikat organic tingkat internasional.”paparnya.
    Bupati Tatang berharap, ekspor kali pertama ini akan berlanjut dengan ekspor-ekspor lainnya, sehingga beras SRI Tasikmalaya akan semakin terkenal di mancanegara.(*)

PEMBANGUNAN LENING SUNGAI CITALAHAB LIBATKAN WARGA SETEMPAT

KAB.CIAMIS,Buser Trans
Dalam upaya meningkatkan sarana fisik pengairan untuk menunjang sector pertanian, kini di Kabupaten Ciamis bagian selatan tengah dibangun lening/tembok pinggiran sungai di sepanjang Sungai Citalahab yang dikerjakan oleh CV Bayu Buana, yang melibatkan tenaga kerja warga setempat.
“Bila pembangunan lening sungai ini selesai, maka pengairan untuk pertanian masyarakat akan lancar.”ujar Nana, pinlak dari CV Bayu Buana yang didampingi Endang.
Nana menjelaskan, bahwa pembangunan lening sungai ini diperkirakan akan menghabiskan dana APBN sebesar Rp.710.025.000 untuk 4 titik garapan yakni Sungai Citalahab di Pamarican, Sungai Ratawangi hulu dan hilir di Banjarsari, Sungai Cihedeng-Cigayam dan Cangkring Ilir Merjan.
Dalam pengerjaan pembangunan lening sungai yang melibatkan para pekerja warga setempat tersebut, memiliki ketinggian miring 1,3 cm, ketinggian atas 0,50 cm, kedalaman pondasi 125 cm dan lebar pondasi 150 cm yang diawasi Indro dan Abdul Rahman dari Procit.
“Harapan kami, proyek ini bisa selesai tepat waktu, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaatnya.”tuturnya. (JAJANG SP/RM)***

Penyaluran Sembako Tahap ke 2 Tabloid Buser Trans

Kota Bandung, Buser Trans
Dalam rangka memperingati ulang tahun Tabloid Buser Trans yang ke tujuh, untuk tahap kedua di daerah Bodogol, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Mekarsari Kota Bandung Jawa-Barat. 26 Juni yang lalu.
Sulaeman sesepuh Bodogol saat menyaksikan penerimaan sembako mengatakan, rasa bangga serta bahagia bahwa daerahnya menjadi tempat Prpgram Peduli Pers yang diadakan Tabloid Buser Trans mengijak tujuh tahun.
Lebih lanjut ia mendoakan agar Tabloid Buser Trans langgeng terbit, karena manfaat kinerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya.
Lain hal dengan Asep sangat terharu menerima bingkisan tersebut. Dengan berlinang air mata, ia mensukuri apa yang didapatnya,”Pak hatur nuhun, saya hanya bisa membalas semua ini, hanya dengan berdoa, semoga semua yang dilakukan bapak-bapak menjadi amal yang baik”ungkapnya.
Ketua panitia penyelenggara ulang tahun Tabloid Buser Trans Agus Salim, dalam sambutnya mengucapkan terima kasih kepada warga yang hadir pada pelaksanaan pembagian sembako, terlebih kepada aparat daerah yang sudah dapat membantu acara tersebut.
“Semua ini karena Alloh, serta para donator yang menyisihkan hartanya untuk dibagikan melalui media kami”jelasnya.
Lain hal dengan Pemimpin Redaksi yang sekaligus penanggung jawab keseluruhan program Tabloid Buser Trans Nurdin Senjaya kepada wartawan mengatakan,bahwa program pembagian sembako hasil titipan donator kepada keluarga kurang mampu terus dilakukan,” Pembagian sembako bagi warga Bodogol adalah tahap ke dua, sedangkan yang pertama diberikan,didarah Cilengkrang”tegasnya.
Dengan demikan kami masih adad beberapa program yang dinamakan”Road Peduli Nusantara “. Yang pada titik acara akan dilaksanakan didaerah Pangandaran Ciamis.
“Kami masih berkoordinasi dengan Bupati Ciamis, yang pada rencananya akan dihaharinya”ucap Nurdin, memngakhiri pembicaraan.(Kos./Red/Buser Trans)

Korban Gempa di Cipedes Dikunjungi Dandim 0612 Tasik




KOTA TASIK,Buser Trans
Dengan adanya laporan, bahwa di Kampung Plang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya banyak pengungsi yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan 7,3 SR pada Rabu (2/9) lalu, maka Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf.Agus Susanto pada Jum’at (4/9) petang segera mengunjunginya buka puasa bersama dengan para pengungsi.
Dandim 0612 yang mengunjungi para pengungsi seorang diri tanpa sopir dan pengawal itu mengatakan, bahwa kedatangannya ke penampungan pengungsi di Kampung Plang Keluruhan Sukamanah, hendak menengok korban gempa yang tak jauh dari Makodim, karena ternyata korbannya cukup banyak.
“ Saya harap, para korban bisa bersabar dan bertawakal menerima cobaan dari Allah SWT ini, “ungkap Letkol Inf.Agus Susanto didampingi Camat Cipedes Drs. Deni Diyana MSi.
Sejak hari pertama kejadian bencana gempa melanda Tasikmalaya pada Rabu (2/9) lalu, Letkol Inf.Agus Susanto bersama pejabat Pemkab dan Pemkot Tasikmalaya terus berkeliling ke sejumlah daerah yang terkena bencana, untuk mengontrol perkembangan yang ada terutama mengenai penyaluran bantuan baik dari pemerintah maupun swasta. “Selain itu, kami mengerahkan seluruh anggota untuk segera membantu para korban bencana gempa, baik di Kota Tasik maupun di Kab.Tasikmalaya,”jelasnya.
Pada kesempatan itu, Camat Cipedes Drs.Deni Diyana MSi kepada Buser Trans menjelaskan, bahwa korban bencana gempa di wilayahnya yang paling parah di Kampung Plang Kelurahan Sukamanah, karena banyak rumah yang rusak berat dan ringan. Karena itu, ia mendirikan tenda darurat bantuan TNI yang dapat menampung sebanyak 96 orang pengungsi.
“Sebagai tindakan darurat, kami mendririkan tenda di lahan sawah kering milik warga setempat. Kami pun telah memberikan bantuan makanan dari pemerintah maupun perorangan .”ujar Deni Diyana
Camat menjelaskan, jumlah rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 10 rumah dan rusak ringan sekitar 20 rumah.,tetapi tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana gempa tersebut.
Deni Diyana menyebutkan,bahwa bantuan pangan berupa beras dan mie instans sudah didistribusikan kepada para pengungsi. Namun diakuinya, untuk bantuan material bangunan belum ada, sementara warganya membutuhkan untuk memperbaiki kondisi rumah mereka yang mengalami kerusakan berat. Karena selain membutuhkan bantuan pangan, warga yang menjadi korban gempa membutuhkan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak, terutama yang kondisinya rusak parah.
“Karena itu, warga kami yang menjadi korban gempa membutuhkan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak,”ungkapnya.(REDI M.BUSER)

50 ANGGOTA DPRD KAB.TASIK RESMI DILANTIK


50 ANGGOTA DPRD KAB.TASIK RESMI DILANTIK
KAB.TASIK,Buser Trans
    Pada akhirnya, sebanyak 50 orang anggota DPRD terpilih untuk periode2009-2014 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (2/9) pukul 10.00 WIB atau  beberapa jam sebelum terjadi musibah gempa dahsyat yang menimpa sebagian daerah di kabupaten ini. Proses pengambilan sumpah jabatan sebagai anggota dewan dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya, Hanung Iskandar SH
    Walaupun proses pelantikan berjalan lancar, tetapi di luar pendopo diwarnai aksi demo dari mahasiswa yang menamakan diri Forum Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Bersatu (FMKTB) sambil menggelar orasi, sehingga membuat sibuk aparat keamanan.
    Pada pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang baru itu menetapkan, bahwa H.Cecep Nurul Yaqin S.Pdi sebagai pimpinan DPRD sementara dan Agoeng Novansyah Soemardi SH menjadi Wakil Pemimpin DPRD sementara.
    Dalam kata sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2004-2009 H.Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bahwa sampai saat ini masih banyak kewenangan daerah yang seharusnya dipegang oleh daerah, tetapi kenyataannya masih dilakukan oleh pusat.“Kondisi tersebut merupakan salah satu tantangan bagi anggota DPRD periode 2009-2014 dalam memaksimalkan penyelenggaraan otonomi daerah di Kabupaten Tasikmalaya, “tuturnya.
    Selanjutnya dia berharap kepada anggota DPRD yang baru resmi dilantik, agar dapat terus mempertahankan dan mengembangkan segala hal yang telah dicapai. “Dalam hal ini, mengantisipasi kekurangan sekaligus dapat mengembangkan fungsi lembaga legislative lebih baik lagi, ‘jelas Uu Ruzhanul Ulum.
    Selain itu, Uu Ruzhanul Ulum tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota KPU Kab.Tasikmalaya, karena telah sangggup melaksanakan Pemilu Legislatit maupun Pemilu Presiden dengan tertib dan sukses.
    Pada saat berlangsungnya pelantikan, mahasiswa FMKTB yang menggelar demo dalam orasinya menyebutkan, bahwa kebijakan DPRD selama ini dinilai belum bisa dikatakan berpihak kepada rakyat. Karena itu, para mahasiswa menuntut agar anggota DPRD periode mendatang dapat mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan transparan. Juga merealisasikan janji-janji kampanye yang sudah disampaikan.
   “Selain itu, anggota DPRD terpilih agar membentuk panitia khusus dalam penanganan kasus korupsi, membebaskan biaya pendidikan dan layanan kesehatan, menyelesaikan sengketa asset antara pemkab dengan pemkot, serta berusaha mensejahterakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.”ujar para pendemo.
    Dengan pengawalan petugas keamanan, pimpinan DPRD Sementara H.Cecep Nurul Yaqin segera mendatangi para pendemo untuk meresponnya, tetapi mereka menolak melakukan dialog.
     Walau begitu, H.Cecep memberikan tanggapan bahwa tuntutan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan sudah menjadi komitmen bersama, serta ia akan berusaha merealisasikan janji-janjinya semasa kampanye dan tuntutan lainnya. “Kecuali itu, tuntutan untuk pembentukan Pansus pananganan korupsi masih memerlukan waktu, pembahasan dan pengkajian lebih lanjut,”tuturnya.(REDI M.BUSER)
 

Bupati Tasik Luncurkan Album Dangdut Pariwisata



KAB.TASIK, BuserTrans
     Bupati Tasikmalaya Drs.H.Tatang Farhanul Hakim  diam-diam punya hobi mendendangkan lagu berirama dangdut, bahkan ia punya ‘suara emas’ yang tak kalah bagus disbanding penyanyi dangdut lainnya. Kalau sebelumnya, bupati sering melantunkan lagu-lagu dangdut milik penyanyi lain, kini justru ia bakal meluncurkan album dangdut perdanannya.
    “Namun, album dangdut saya ini bukan untuk dikomersialkan, “ungkap Bupati Tatang FH kepada pers seusai unjuk kebolehannya melantunkan lagu dangdut miliknya yang disajikan pada acara “napak tilas” dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 898 Tasikmalaya di halaman Setda Pemkab Tasik kemarin
    Sebab, suara emas Bupati Tasik pada album perdananya bertajuk ‘Pesona Tasikmalaya’ ini, memang lebih banyak menceritakan pesona objek wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Setidaknya, ada 7 lagu ciptaan Doddy Ronald dan Ismet Noor seniman-seniman Tasikmalaya yang bercerita seputar wisata adalah “Galunggung”, “Kampung Naga”, “Pamayangsari”, “Pamijahan”, “Cipatujah” sampai tembang “Pesona Muslimah” dan  “Bangkit Bersatu”
    “Jadi, semua lagu yang ada dalam album Pesona Tasikmalaya ini bercerita  tentang potensi alam dan wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya melalui media musik dangdut. Album ini pun sebagai upaya kami dalam membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  mengembangkan potensi wisata kepada warga dari luar Tasikmalaya,”ujar H.Tatang Farhanul Hakim di atas pentas.
    Dengan album dangdut “Pesona Tasikmalaya” yang dicopy 100 CD untuk dibagikan ke dinas-dinas di luar daerah, menurut Bupati Tatang FH, maka diharapkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya akan terangkat dan lebih dikenal lagi oleh warga daerah lain.
    Walaupun penggarapan album dangdut “Pesona Tasik” ini hanya 10 hari, menurut Doddy Ronald sang pencipta, ternyata Bupati Tasik menguasai cengkok lagu dangdut sehingga proses rekamannya tidak mengalami kesulitan.(RM)