Tampilkan postingan dengan label Dinas Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinas Kesehatan. Tampilkan semua postingan

30 Desember 2009

Januari 2010 RSUD Cicalengka Langsung Layani Pasien




  Direktur RSUD Cicalengaka drg. Drace Wediana

Kab. Bandung, Buser Trans,.
            Semenjak diresmikan oleh Bupati Kab. Bandung H. Obar Sobarna RSUD Cicalengka (10/11/09)  hingga akhir Desember 2009 ternyata masih belum siap melayani masyarakat yang ingin berobat Bupati sendiri saat hadir dalam peresmian ternyata yang diresmikan hanya pisik bangunanya saja bukan pengoperasionalanya, kendala yang dihadapi oleh pihak rumah sakit adalah masalah ijin operasional, hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Cicalengka drg. Grace Wediana (29/12/09) namun pihaknya mengatakan pada bulan Januari 2010 ijin operasional sudah ada sehingga pihaknya siap melayani pasien yang akan berobat.
            Dari semua kebutuhan tenaga dokter dan dokter ahli perawat hingga serta para staff semuanya sudah siap, Direktur dan seluruh tenaga yang ada di RSUD Cicalengka pada akhir Desember 2010 mereka semua sudah ngantor di Cicalengka. Selain itu pihak rumah sakit masih mempunyai kekurangan tenaga yang ada diantaranya bagian satpam perlu adanya penambahan sebab 6 orang tenaga keamanan dirasa masih kurang.
            Dalam menghadapi pasien maupun keluarga pasien yang datang menggunakan kendaraan, pihak rumah sakit akan bekerja sama dengan Dishub untuk pengaturan perparkiran biar jelas retrebusi pemasukan anggaranya.(Kos/Buser Trans)  

13 Desember 2009

Dinkes Sumedang Belum Terapkan Pengobatan Massal Filariasis



Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, drg. H. Agus S Rasjidi, M, Kes;
“Penyebab penyakit kaki gajah diakibatkan dari gigitan nyamuk, kalau kita melakukan pengobatan filariasis kepada warga harus yakin positif dan ada mikrofilarianya, apa bedanya dengan orang yang tidak kena penyakit maralia lalu makan obat malaria, seandainya anda sakit (kepada wartawan) mau nggak di suntik”

Kab. Bandung, Buser Trans,.
            Pengobatan Massal Kaki Gajah (Filariasis) saat ini belum bisa diterapkan kepada warga masyarakat Kab. Sumedang, hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, drg. H. Agus S Rasjidi, M, Kes. Disela acara syukuran atas diterimanya penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia (16/11) kepada Bupati Sumedang Don Murdono, dari pengkajian dinas kesehatan di Kecamatan Jatinangor ada positif namun tidak endemis, sehingga pihaknya lebih berpikir kepada pencegahan dengan merubah perilaku hidup bersih juga sehat, dengan demikian menjamin penyakit kaki gajah yang disebabkan dari gigitan nyamuk 75% tidak akan terjadi.
            “Penyebab penyakit kaki gajah diakibatkan dari gigitan nyamuk, kalau kita melakukan pengobatan filariasis kepada warga harus yakin positif dan ada mikrofilarianya, apa bedanya dengan orang yang tidak kena penyakit maralia lalu makan obat malaria, seandainya anda sakit (kepada wartawan) mau nggak di suntik”jelas Kadinkes. “Kalau nyamuknya tidak ada, ya tidak mungkin ada penyebaran penyakit”tambahnya.  Agus S Rasjidi menambahkan jika sifatnya pengobatan massal sudah barang tentu dampaknya akan massal, juga problemnya traumatik yang justru hal tersebut perlu dihawatirkan.
            Pemkab. Sumedang sendiri sudah membebaskan pengobatan buat masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas namun jika ada pasien yang masih diberikan resep dari puskesmas untuk beli obat diluar, itu perlu ditelusuri kecuali bila ada obat spesial yang perlu di beli oleh pasien puskesmas yang tidak tesedia, artinya resep untuk beli obat diluar tidak diberlakukan kecuali di luar Kab. Sumedang. “Siapapun warga Sumedang berobat di puskesmas Sumedang dengan identitas KTP asli Sumedang biaya berobat disubsidi penuh”tegasnya. 
            Pihak Dinkes akan melakukan gerakan hidup sehat yang nantinya akan di tunjang dengan pembangunan infra struktur selain jalan tentunya ada sarana dan prasarana pembuangan limbah air besar yang akan dibuatkan MCK, untuk daerah kumuh akan dibuatkan septikteng (cubluk) massal ini akan berguna buat warga yang tidak mempunyai WC limbahnya akan dimanfaat untuk bio gas setelah itu sisanya dimanpaatkan sebagai pupuk.
            Selain itu Pemekab. Sumedang akan mencanangkan gerakan hidup sehat dengan gerakan penjual makanan yang bersentuhan langsung tanganya dengan makanan agar menggunakan sarung tangan, ini perlu diterapkan sebab dilihat dari hasil kunjungan ke luar negeri bagaimana tertibnya masyarakat yang sudah maju terutama para pedagang terhadap penggunaan sarung tangan saat mengambil makanan.(Kos)