04 Januari 2010
Puting Beliung Menerjang Desa Sandingtaman dan 77 Rumah Rusak
CIAMIS,Buser Trans
Pada
sore kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, hujan deras disertai dengan pusaran angin
puting beliung menerjang Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis
bagian utara. Akibatnya, selain mengakibatkan 77 rumah rusak dan 1 tempat
ibadah, terdiri lima hancur, 11 rusak berat dan lainnya rusak ringan, terjangan
angin juga menyebabkan pohon bertumbangan. Warga pun sempat panic saat
terjadinya angin puting beliung tersebut.
Sementara itu arus lalulintas menuju
Kecamatan Panjalu yang sempat terputus akibat tertimbun puluhan pohon tumbang,
baru kembali lancar pada Senin (4/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah warga
menyingkirkan batang pohon yang menutup badan jalan.
“Warga desa kami di Kampung Sindangjaya
39 rumah dan di Citaman sebanyak 38
rumah mengalami musibah akibat gujan yang mengguyur deras disertai dengan angin
puting beliung. Data terakhir yang diperoleh, sebanyak 70 rumah rusak terdiri 5
hancur, 11 rusak berat dan lainnya rusak ringan. Kerugian materil diperkirakan
sekitar Rp.60 – Rp.70 juta,”ujar H.Uned, Kepala Desa Sandingtaman.
H.Uned
menjelaskan, bahwa lima
rumah yang rusak berat yakni milik Iwan (43), Mad Uun (50), Nasrul (30), ketiganya
berada di RT 36/14. Kemudian rumah milik Amat (56) dan Iri (40) keduanya masuk
RT.37/14.
Untuk mengurangi beban korban bencana
putting beliung di Desa Sandingtaman tersebut, Bupati Ciamis H.Engkon Komara
didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBAD) Ciamis Odang
Ruhiyat langsung menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp.2,5 juta dan
sembako. Kepada korban, Engkon meminta agar warga dapat secepatnya memperbaiki
rumah yang hancur atau rusak.
"Kami harapkan, warga yang mengalami
musibah agar secepatnya memperbaiki rumah yang rusak, sehingga dapat segera
kembali menghuni rumah. Dengan gotong royong seluruh warga, maka pekerjaan
tersebut akan dapat diselesaikan," tutur Bupati Ciamis yang juga berasal
dari Desa Sandingtaman ini.
H.Uned berharap kepada Pemkab Ciamis,
untuk membantu perbaikan rumah warga yang terkena musibah, terutama yang
mengalami rusak berat dan hancur.”Setidaknya, pemkab membantu untuk pengadaan
bahan bangunan bagi warga desa kami,”harap Kades Sandingtaman.(REDI
MULYADI)***
PHBI di Desa Cikalong Dihadari Anggota DPRD Kab Tasik
KAB.TASIK,Buser Trans
Pada peringatan hari besar Islam (PHBI)
tahun 1431 H kemarin di Desa Cikalong, Kec.Sodonghilir Kab.Tasikmalaya berbeda
dengan tahun lalu, karena kali ini dihadiri oleh Drs.Ruhimat anggota DPRD
Kab.Tasikmalaya, dan menggelar tabligh akbar dengan penceramah Ustadz Jajang
Kasi Penamas Depag Kab.Tasikmalaya.
“Dengan dihadiri dan dibukannya PHBI oleh
anggota DPRD tentu saja memberi semangat kepada panitia untuk menggelar berbagai
kegiatan,”ujar A.Mahmudin SPd.I Ketua Panitia PHBI Desa Cikalong didampingi
sekretarisnya A.Latif.
Dia mengatakan, untuk memeriahkan PHBI di
Desa Cikalong diikuti oleh 23 madrasah dengan mengikuti berbagai lomba seperti
MTQ putra-putri, pidato, puitisasi Al Quran, murotal, kiroatul kutub, tahpide
Al Quran dan praktek ibadah.
“Setiap tahun di desa kami selalu
memperingati PHBI dengan menggelar berbagai kegiatan perlombaan sebagai upaya
mewujudkan visi untuk mencetak generasi muslim dan muslimah yang handal.”jelas
A.Mahmudin.
Namun kali ini, menurutnya, kegiatan PHBI
di Desa Cikalong jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya, karena
menggelar tabligh akbar dan dihadiri Drs.Ruhimat anggota DPRD Kab.Tasikmalaya.(AAN
SUGANDA/RM)***
03 Januari 2010
Desa Cijulang Membangun Melalui Kucuran Dana PNPM Mandiri Pedesaan
KAB.TASIK,Buser Trans
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan. Program ini dilakukan untuk lebih mendorong upaya peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di perdesaan.
Pada tahun 2009 kemarin, Desa Cijulang Kec.Cineam Kab.Tasikmalaya menerima kucuran bantuan dana PNPM Mandiri sebesar Rp.299.000.000.Dana sebesar itu dialokasikan untuk pembangunan sarana fisik sebesar 75 persen dan penguatan modal ekonomi kerakyatan sebesar 25 persen.
Demikian diungkapkan Anwar Sanusi, Kepala Desa Cijulang ketika dikunjungi Buser Trans, pekan kemarin.”Bantuan pemerintah melalui program PNPM Mandiri di desa kami digunakan untuk pembangunan sarana fisik yakni membangun ruang belajar bagi PAUD 4 ruang kelas, satu ruang kantor dan Jl.Cijulang-Sindang sepanjang 1.300 meter dan untuk membantu membayar SPP yang diberikan kepada 99 siswa,”ujarnya.
Kades mengakui, bahwa PNPM Mandiri Pedesaan sangat membantu dalam membangun sarana-prasarana penunjang produktivitas desa, pinjaman bagi kelompok ekonomi untuk modal usaha bergulir, atau kegiatan sosial seperti kesehatan dan pendidikan.
“Karena itu, warga desa kami menyambut baik dengan adanya kucuran bantuan PNPM Mandiri dari pemerintah, karena dapat membangun sarana-prasarana penunjang produktivitas desa, di samping pinjaman bagi kelompok ekonomi untuk modal usaha bergulir dan lainnya.”tuturnya.
Dalam masa jabatannya yang baru 3 tahun, peningkatan Desa Cijulang sudah terlihat, dan pada tahun 2010 Anwar Sanusi masih membenahi desanya dengan meningkatkan jalan dan air bersih.(AAN.S/KARSIDIK/RM)***
Sekolah Penerima Bantuan Rehab di Tasik Selatan Resah
KAB.TASIK,Buser Trans
Sebagian besar penerima bantuan dana rehab Sekolah Dasar (SD) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009 di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, kini diresahkan dengan munculnya sejumlah oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun oknum wartawan ‘uka-uka’ yang diduga melakukan pemerasan.
“Setiap hari, ada saja beberapa orang oknum LSM atau mengaku wartawan ke sekolah kami, meminta uang untuk ini dan itu. Mereka minta uang dalam jumlah besar.Namun, kalau diminta KTA atau surat tugas, mereka marah-marah,”ujar ketua komite sekolah di daerah Bantarkalong.
Beberapa hari lalu, ia kedatangan empat orang oknum yang mengaku dari LSM termasuk oknum wartawan, terindikasi menakut-nakuti sejumlah pejabat kepsek dan komite sekolah pelaksana rehab SD. yang akhir -akhirnya berujung pada kompensasi sejumlah uang. Akibatnya sejumlah kepsek di Kab Tasikmalaya bagian selatan mengaku terpaksa memberikan sejumlah uang mulai Rp.500.000 hingga Rp 1 juta.
Hal senada diungkapkan seorang Kepala Sekolah sebuah SD di lingkungan UPTD Puspahiang,yang mengaku dimintai uang oleh oknum wartawan, yang kemudian diketahui wartawan itu tidak memiliki surat kabar. “Ketika itu mereka menanyakan alokasi dana dan melihat langsung pekerjaan rehab, mereka menuding ada temuan kekeliruan pekerjaan dan mengancam kepsek dan komite dilaporkan ke pejabat pusat," tutur dia.
Meski tak tahu persis kesalahan apa, sejumlah kepsek tampaknya lebih memilih untuk memenuhi permintaan sejumlah uang yang diajukan anggota LSM atau oknum wartawan tersebut. "Kami terpaksa dari pada ruwet jadi saya beri mereka uang," tutur dia.
Karena itu, kedatangan Buser Trans yang semula kurang mendapat respon, tetapi setelah memperlihatkan KTA dan koran edisi baru, mereka kemudian menerimanya dengan baik. Bahkan, mereka mengungkapkan keluhan karena seringnya didatangi oknum LSM atau oknum wartawan.Namun lucunya, kalau ditanya identitas bukan memperlihatkannya, justru marah-marah.”Kami jadi serba salah menghadapinya. Kalau mereka datangnya baik-baik, tentu kami juga mengerti,”ungkap mereka.(WAWAN.AG/RM)**
Kesiapan RW 17 Nagarasari Ikuti Lomba RW Siaga Tingkat Jawa Barat
Kesiapan kelompok RW 17 Kampung Ujungsari
Kelurahan Nagarasari Kec.Cipedes untuk mengikuti Perlombaan RW Siaga
diperlihatkan ketika dikunjungi Tim Penilai Kota Tasikmalaya,pekan kemarin.
Bahkan, dengan persiapan yang matang dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari
warga dan pengurus di ke-RW-an, maka RW 17 ini mengaku siap bila harus mewakili
Kota Tasikmalaya pada Perlombaan RW Siaga tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Bila melihat persiapan yang kami
lakukan, terutama kegiatan yang dilakukan pengurus sudah rutin dalam
keseharian, rasanya tidak ada beban bagi RW 17 bila harus mewakili Kota Tasik
untuk tampil ke tingkat Jawa Barat. .”ujar Oping Hatori, Ketua RW 17 disela-sela
penilaian dari Tim Penilai RW Siaga tingkat Kota Tasikmalaya, pekan kemarin.
Oping menjelaskan, karena kegiatan RW
Siaga sudah menjadi kegiatan rutin di RW 17, kecuali saat hendak penilaian sudah dipersiapkan
secara mantap agar bisa tampil maksimal. “Selama ini RW 17 telah melakukan
berbagai kegiatan sesuai program atau
kriteria RW Siaga, seperti melaksanakan 8 indikator RW Siaga, memiliki Posyandu
Mekarsari, Posbindu Permatasari, memiliki kendaraan ambulance, ada 8 orang
warga yang menjadi donor darah, lingkungan yang bersih dan sehat, tertib
administrasi dan lainnya.”katanya.
Lurah Nagarasari Saepudin SIP
menambahkan, bahwa RW 17 diajukan untuk mengikuti Lomba RW Siaga di tingkat
Kota Tasikmalaya, karena sudah memenuhi syarat. “RW Siaga adalah RW yang penduduknya memiliki kesiapan sumber
daya, baik kemampuan dan kemauan untuk mencegah, mengatasi masalah-masalah
kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan,
maupun kejadian luar biasa (KLB, secara mandiri.”ujarnya
Karena itu, lanjut Saepudin, melalui
program RW Siaga maka masyarakat diharapkan dapat menangani masalah kebersihan
dan kesehatan di lingkungannya masing-masing, mulai dari rumah masing-masing
warga sampai lingkungan se-RW. “Jadi,keikutsertaannya pada Lomba RW Siaga ini untuk
sekedar ingin memperoleh hadiah, tetapi penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari di lingkungan masyarakat,”tutur Lurah Nagarasari.
Namun, program yang baik belum tentu
memberikan hasil yang efektif. Program yang baik harus diikuti dengan sosialisasi
yang kuat. Jika tidak, ia hanya akan indah di atas kertas, tapi kosong di
lapangan. Sampai saat ini, kondisi yang nampak di lingkungan kita, papan nama
RW Siaga telah siap terpasang di setiap RW. Tapi, program, tujuan dan
kegiatannya, masih banyak masyarakat yang belum paham. Ini terbukti dari
minimnya peran dan keterlibatan warga di sebagian RW saat adanya kegiatan yang
terkait. Sehingga, sangat wajar jika kemudian terdapat warga yang menderita
penyakit berat, tanpa diketahui oleh pengurus RT/RW setempat. Ketika meninggal,
barulah para tetangga mengetahuinya. Sangat wajar pula, jika sebagian
masyarakat mempertanyakan efektifitas dari program ini. (KARSIDIK/REDI.M.BUSER)***
Komite MI Cijulang Keluhkan Dana Bantuan 30 Pensen Dalam Bentuk Buku
KAB.TASIK,Buser Trans
Bila menyimak pasca penyaluran
bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2OO9 oleh pemerintah melalui Dinas
Pendidikan (Disdik) kabupaten/ kota peruntukan rehabilitasi sejumlah Sekolah
Dasar Negeri (SDN, SD Swasta termasuk MI) sungguh sangat memerlukan perhatian
semua pihak.
Betapa rawannya program pendidikan di
tanah air ini tidak kondusif akibat prilaku keserakahan aparat pejabat
dijajaran pendidikan itu sendiri yang cenderung mengambil kesempatan keuntungan
pribadi.Juga pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Bagaimana tidak sedih dan prihatin sekali
ketika Buser Trans bertemu dengan 7 komite SD dan komite MI yang berada di wilayah
Kec.Cineam. Buser Trans menemukan proyek pembangunan DAK yang baru selesai 80
persen, yakni di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Cijulang Kec. Cineam
Kab.Tasikmalaya. Kalau melihat papan proyek, bahwa banguan yang direbah itu
sudah harus selesai.
“Keterlambahan
pembangunan rehab MI Cijulang ini akibat dana bantuan dari pemerintah tidak
cukup.”ujar Mumu, Ketua Komite MI Cijulang.
Kenapa dana bantuan DAK sebesar Rp.183
juta untuk rehab dua ruang kelas tidak sampai cukup? “Kalau uang sebesar Rp.183
juta itu utuh, bukan cukup lagi, malah bisa lebih. Tapi ini kan yang Rp.54.900.000 atau 30,5 persen
dalam bentuk buku.Akibatnya, kami belum bisa menuntaskan bangunan
ini,”tuturnya.
Karena itu, Mumu selaku Ketua Komite MI
sekaligus Ketua panitia pembangunan sekolah (PPS) meminta krpad pembuat papan
proyek, agar rincian dananya ditulis termasuk yang Rp.54.900.000 dalam bentuk
buku, sehingga masyarakat mengetahui keadaan yang sebenarnya. “Jangan sampai
ada tuduhan negative kepada PPS yang mengerjakan rehab,”ujarnya.(AAN.S/KARSIDIK/RM)***
UPTD Singaparna Menerima Bantuan DAK 2009 untuk 10 SD
KAB.TASIK,Buser Trans
Pada tahun 2009 kemarin, sebanyak 10 buah
Sekolah Dasar (SD) di lingkungan UPTD Pendidikan Singaparna Kab.Tasikmalaya
yang menerima bantuan rehab untuk ruang kelas dari pemerintah melalui program
DAK.
“Dengan demikian, saat ini masih ada 30
persen lagi jumlah ruang belajar yang tidak layak pakai untuk kegiatan belajar
mengajar, sehingga dibutuhkan bantuan dana dari pemerintah untuk
memperbaikinya,”ujar Drs.Atang, Kepala UPTD Pendidikan Singaparna.
Walaupun baru 4 bulan menjabat Kepala UPTD
Pendidikan Singaparna, ternyata Drs Ateng sudah mengenal situasi dan kondisi
serta kebutuhan sarana prasarana pendidikan di wilayah kerjanya. Dia
mencontohkan, misalnya SDB 6 Singaparna yang siswanya berjumlah 403 anak hanya
memiliki 5 ruang belajar dan 4 ruang WC. Sedangkan mushola, ruang UKS dan perpustakaan justru
tidak ada, sehingga kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua shift
“Dengan kondisi seperti itu, maka kualitas
keberhasilan dalam program Wajar Dikdas 9 tahun tidak akan berjalan maksimal,
karena proses KBM mereka cukup terganggu.”tuturnya.
Karena itu tidaklah berlebihan, bila dia
memohon bantuan dana dari pemerintah untuk memperbaiki sarana prasarana pendidikan
yang mengalami kerusakan, terutama beberapa bangunan SD yang tertimpa bencana
alam gempa pada 2 Septeber 2009 lalu.(AAN SUGANDA/KARSIDIK)***
Langganan:
Postingan (Atom)


