02 Oktober 2009
Tengok Dapur IPDN Menza & Loundry
Kab. Sumedang, Buser Trans,.
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai lembaga tinggi Kepamongprajaan yang mencetak para kader yang handal untuk di salurkan di daerah masing-masing, hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Para praja IPDN selain mendapat ilmu pengetahuan di bidang pemerintahan, praja sendiri mendapatkan pasilitas salah satunya menza & loundry yang menyiapakan makan, minum serta kebutuhan pakaian praja. Pihak IPDN sendiri menunjuk rekanan hasil proses lelang bernama CV. Adiv Global yang beralamat di Jakarta.
Kasubag Menza & Loundry Sudaryana S.IP yang menangani semua kebutuhan para praja salah satu diantara makan dan minum menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengorder bahan saja dan yang memasak.
Menjelang bulan puasa para praja mendapatkan jatah makan dua kali dalam sehari yang di lakukan menjelang magrib dan saat melakukan makan sahur dan yang tidak berpuasa tetap menyediakan tiga kali makan dalam sehari.
Sudaryana sendiri mempunyai 6 orang koki sebagai juru masak 120 tenaga kontrak dan 40 orang PNS plus tenaga THL, selain koki pihaknya mempunyai tenaga sebagai ahli gizi sebagai penentu layak tidaknya makanan yang akan di konsumsi para staff serta praja.
Kasubag Menza & Laundry Sudaryana S.IP dalam keseharianya selalu mengutamakan pekerjaanya bahkan hampir setiap harinya dirinya selalu pulang larut sampai jam sepuluh malam hingga selesai para praja makan, ini di lakukanya demi memberikan kepuasan serta pelayanan terhadap kebutuhan makan serta minum juga kebutuhan akan pakaian para praja itu sendiri. Peningkatan kualitas dan pelayanan adalah salah satu kewajibanya dan pihaknya siap memberikan yang terbaik untuk kepentingan lembaga sendiri.
Keberadaan CVyang ada di lingkungan IPDN sendiri sempat menjadi permasalahan bahkan CV Tiga Nur yang sampai kini alamatnya tidak jelas di tuding sebagai biang permasalah oleh karyawanya sendiri, sebab pernah terjadi polemik yang berujung di berhentikanya karyawan CV tersebut, sontak membuat para karyawanya menuntut pihak kampus IPDN dan menuding ada permainan yang di lakukan oleh oknum pejabat struktural yang mengurus para tenaga kontrak, namun pihak lembaga membantah telah ada keterlibatan di dalamnya dan pemecatan karyawan adalah tanggung jawab CV Tiga Nur sendiri. (Kos/Buser Trans)
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai lembaga tinggi Kepamongprajaan yang mencetak para kader yang handal untuk di salurkan di daerah masing-masing, hal ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Para praja IPDN selain mendapat ilmu pengetahuan di bidang pemerintahan, praja sendiri mendapatkan pasilitas salah satunya menza & loundry yang menyiapakan makan, minum serta kebutuhan pakaian praja. Pihak IPDN sendiri menunjuk rekanan hasil proses lelang bernama CV. Adiv Global yang beralamat di Jakarta.
Kasubag Menza & Loundry Sudaryana S.IP yang menangani semua kebutuhan para praja salah satu diantara makan dan minum menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengorder bahan saja dan yang memasak.
Menjelang bulan puasa para praja mendapatkan jatah makan dua kali dalam sehari yang di lakukan menjelang magrib dan saat melakukan makan sahur dan yang tidak berpuasa tetap menyediakan tiga kali makan dalam sehari.
Sudaryana sendiri mempunyai 6 orang koki sebagai juru masak 120 tenaga kontrak dan 40 orang PNS plus tenaga THL, selain koki pihaknya mempunyai tenaga sebagai ahli gizi sebagai penentu layak tidaknya makanan yang akan di konsumsi para staff serta praja.
Kasubag Menza & Laundry Sudaryana S.IP dalam keseharianya selalu mengutamakan pekerjaanya bahkan hampir setiap harinya dirinya selalu pulang larut sampai jam sepuluh malam hingga selesai para praja makan, ini di lakukanya demi memberikan kepuasan serta pelayanan terhadap kebutuhan makan serta minum juga kebutuhan akan pakaian para praja itu sendiri. Peningkatan kualitas dan pelayanan adalah salah satu kewajibanya dan pihaknya siap memberikan yang terbaik untuk kepentingan lembaga sendiri.
Keberadaan CVyang ada di lingkungan IPDN sendiri sempat menjadi permasalahan bahkan CV Tiga Nur yang sampai kini alamatnya tidak jelas di tuding sebagai biang permasalah oleh karyawanya sendiri, sebab pernah terjadi polemik yang berujung di berhentikanya karyawan CV tersebut, sontak membuat para karyawanya menuntut pihak kampus IPDN dan menuding ada permainan yang di lakukan oleh oknum pejabat struktural yang mengurus para tenaga kontrak, namun pihak lembaga membantah telah ada keterlibatan di dalamnya dan pemecatan karyawan adalah tanggung jawab CV Tiga Nur sendiri. (Kos/Buser Trans)
Nyoman Mulai Benahi IPDN
Kab. Sumedang, Buser Trans,.
Belum genap sebulan Prof. Dr. Drs. H. I. Nyoman Sumaryadi kembali mejabat rektor di IPDN, dalam kepemimpinanya mulai ada penataan dilingkungan kampus itu sendiri salah satu diantaranya merubah struktural jabatan internal, hal ini di lakukan mengacu kepada Kepres NO: I tahun 2009 tentang perubahan Kepres NO: 7 Tahun 2004 Tentang Penggabungan IPDN Dengan IIP Per Mendagri NO: 39 Tahun 2009 Tentang Susunan Tatanan Kerja IPDN.
Dalam hal itu pada tanggal 17-09-2009 pejabat struktural mengikuti pelantikan di kantor kementrian dalam negeri yang berpusat di Cilandak Jakarta. Menurut Kasubag Humas IPDN Sudaryana S.IP yang sebelumnya memegang jabatan Kasubag Menza & Loundry membenarkan bahwa pejabat struktural saat ini sudah ada perubahan, namun pada keseluruhan tidak ada jabatan yang diturunkan.
Kasubag Humas Sudaryana S.IP sendiri mengakui kalau kehumasan di lingkungan IPDN baru terbentuk, tetapi pihaknya yakin dengan di bentuknya humas sudah pasti segala informasi yang dibutuhkan oleh publik bisa satu suara melalui corong kehumasan.
“Saya siap memberikan informasi jika dibutuhkan publik terkait masalah IPDN tetapi sebelumnya pihak kami sudah ada koordinasi dulu dengan pihak rektor”ungkapnya.
Dirinya yakin bahwa rektor yang saat ini di pimpin Prof.Dr. Drs. H. I. Nyoman Sumaryadi, M.Si adalah yang terbaik buat IPDN “ pa Nyoman kan sebelumnya pernah jadi rektor disini, tentunya beliau sudah berpengalan mana yang perlu di benahi atau tidak,”jelas Sudaryana.
Senada dengan Dadan Adam Ismail, S.IP,M.Si Kasubag Keamanan Dalam yang mempunyai anggota keamanan sebanyak 104 orang termasuk staf, saat di konfirmasi (28/09/09) membenarkan bahwa Nyoman Sumaryadi selaku rektor cukup banyak berpengaruh terutama terhadap lingkungan IPDN Jatinangor salah satu contoh dalam pelaksanaan apel yang di laksanakan setiap hari senin pagi rata-rata semua staf hadir “pada apel pagi setiap senin semua staf di lingkungan IPDN semua hadir, dan itu sudah kebiasaan sejak dulu pada pertamakalinya Pak Nyoman menjabat rektor juga saat sekarang semua staf mau mengikuti apel pagi, padahal waktu rektor yang lain apel pagi jarang diikuti oleh para staf”ungkapnya.
Diakuinya Pihak Keamanan dalam saat ini sedang membenahi system keamanan yang ada salah satunya akan mengaktifkan para anggotanya untuk lebih seleksi terhadap para tamu yang akan bertemu para pejabat yang ada di dalam sehingga tidak masuk begitu saja, harus lapor dulu kepada penjaga keaman di gerbang utama juga setiap tamu harus meninggalkan identitas yang masih berlaku jika masuk lingkungan IPDN itu keamanan yang standar dilakukan dimanapun.
Saat di konfirmasi terkait masalah TNI AD menurut sumber yang di dapat Buser Trans yang akan membantu pihak keaman di IPDN, Dadan Adam Ismail sendiri tidak memberikan jawaban yang pasti namun dirinya menyarankan untuk masalah itu harus rektor yang menjelaskanya, namun pihaknya membantah kalau keaman akan di limpahkan ke pihak tentara. “Kalau IPDN melibatkan anggota TNI AD itu hanya sebagai pengasuh praja saja, tapi saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih banyak sebab yang berhak tentunya rektor”tambahnya.(Kos/Buser Trans)
Belum genap sebulan Prof. Dr. Drs. H. I. Nyoman Sumaryadi kembali mejabat rektor di IPDN, dalam kepemimpinanya mulai ada penataan dilingkungan kampus itu sendiri salah satu diantaranya merubah struktural jabatan internal, hal ini di lakukan mengacu kepada Kepres NO: I tahun 2009 tentang perubahan Kepres NO: 7 Tahun 2004 Tentang Penggabungan IPDN Dengan IIP Per Mendagri NO: 39 Tahun 2009 Tentang Susunan Tatanan Kerja IPDN.
Dalam hal itu pada tanggal 17-09-2009 pejabat struktural mengikuti pelantikan di kantor kementrian dalam negeri yang berpusat di Cilandak Jakarta. Menurut Kasubag Humas IPDN Sudaryana S.IP yang sebelumnya memegang jabatan Kasubag Menza & Loundry membenarkan bahwa pejabat struktural saat ini sudah ada perubahan, namun pada keseluruhan tidak ada jabatan yang diturunkan.
Kasubag Humas Sudaryana S.IP sendiri mengakui kalau kehumasan di lingkungan IPDN baru terbentuk, tetapi pihaknya yakin dengan di bentuknya humas sudah pasti segala informasi yang dibutuhkan oleh publik bisa satu suara melalui corong kehumasan.
“Saya siap memberikan informasi jika dibutuhkan publik terkait masalah IPDN tetapi sebelumnya pihak kami sudah ada koordinasi dulu dengan pihak rektor”ungkapnya.
Dirinya yakin bahwa rektor yang saat ini di pimpin Prof.Dr. Drs. H. I. Nyoman Sumaryadi, M.Si adalah yang terbaik buat IPDN “ pa Nyoman kan sebelumnya pernah jadi rektor disini, tentunya beliau sudah berpengalan mana yang perlu di benahi atau tidak,”jelas Sudaryana.
Senada dengan Dadan Adam Ismail, S.IP,M.Si Kasubag Keamanan Dalam yang mempunyai anggota keamanan sebanyak 104 orang termasuk staf, saat di konfirmasi (28/09/09) membenarkan bahwa Nyoman Sumaryadi selaku rektor cukup banyak berpengaruh terutama terhadap lingkungan IPDN Jatinangor salah satu contoh dalam pelaksanaan apel yang di laksanakan setiap hari senin pagi rata-rata semua staf hadir “pada apel pagi setiap senin semua staf di lingkungan IPDN semua hadir, dan itu sudah kebiasaan sejak dulu pada pertamakalinya Pak Nyoman menjabat rektor juga saat sekarang semua staf mau mengikuti apel pagi, padahal waktu rektor yang lain apel pagi jarang diikuti oleh para staf”ungkapnya.
Diakuinya Pihak Keamanan dalam saat ini sedang membenahi system keamanan yang ada salah satunya akan mengaktifkan para anggotanya untuk lebih seleksi terhadap para tamu yang akan bertemu para pejabat yang ada di dalam sehingga tidak masuk begitu saja, harus lapor dulu kepada penjaga keaman di gerbang utama juga setiap tamu harus meninggalkan identitas yang masih berlaku jika masuk lingkungan IPDN itu keamanan yang standar dilakukan dimanapun.
Saat di konfirmasi terkait masalah TNI AD menurut sumber yang di dapat Buser Trans yang akan membantu pihak keaman di IPDN, Dadan Adam Ismail sendiri tidak memberikan jawaban yang pasti namun dirinya menyarankan untuk masalah itu harus rektor yang menjelaskanya, namun pihaknya membantah kalau keaman akan di limpahkan ke pihak tentara. “Kalau IPDN melibatkan anggota TNI AD itu hanya sebagai pengasuh praja saja, tapi saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih banyak sebab yang berhak tentunya rektor”tambahnya.(Kos/Buser Trans)
Rektor Berikan Kuliah Pertama Mahasiswa Baru IKOPIN
Sumedang, Buser Trans,.
Ikopin adalah perguruan tinggi, yang berdiri sejak tahun 1982 dan di resmikan oleh Presiden RI Suharto pada tahun 1984. IKOPIN menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang Manajemen, Perkoperasian dan kewirausahaan. Saat ini sebagian besar mahasiswa Ikopin telah memperoleh beasiswa yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah, juga gerakan koperasi dan pihak swasta.
Hari pertama masuk kuliah (31/08/09) sekitar 500 mahasiswa baru IKOPIN, diberikan kuliah pertama tentang perkoperasian langsung oleh Rektor Ikopin Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si yang bertempat di ruang Gedung Serba Guna (GSG) kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang.
Dari 500 mahasiswa baru yang di berikan kuliah diantaranya ada yang dibiayai melalui beasiswa diantaranya dari PT. Sriboga Ratu Raya memberikan beasiswa kepada 10 orang, 28 orang di biayai oleh Pemda Maluku, 24 orang di biayai oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungmek dan Komoro (LPM-AK).
Para mahasiswa baru sebagian ada yang di berikan pesilitas mess di sekitar lingkungan kampus, namun sebagian lagi ada yang di luar kampus dengan biaya sendiri.
Ikopin sendiri mempunyai program pendidikan diantaranya Program Diploma Tiga (D-3) gelar pendidikan A.Md (Ahli Madya), Program Strata Satu (S-1) gelar pendidikan SE (Sarjana Ekonomi), Program S-1 plus magang ke Jepang gelar SE (Sarjana Ekonomi), Program S-2 (Magister Manajemen) gelar pendidikan MM (Magister Manajemen). (Kos/Buser Trans)
Ikopin adalah perguruan tinggi, yang berdiri sejak tahun 1982 dan di resmikan oleh Presiden RI Suharto pada tahun 1984. IKOPIN menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang Manajemen, Perkoperasian dan kewirausahaan. Saat ini sebagian besar mahasiswa Ikopin telah memperoleh beasiswa yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah, juga gerakan koperasi dan pihak swasta.
Hari pertama masuk kuliah (31/08/09) sekitar 500 mahasiswa baru IKOPIN, diberikan kuliah pertama tentang perkoperasian langsung oleh Rektor Ikopin Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si yang bertempat di ruang Gedung Serba Guna (GSG) kampus Jatinangor Kabupaten Sumedang.
Dari 500 mahasiswa baru yang di berikan kuliah diantaranya ada yang dibiayai melalui beasiswa diantaranya dari PT. Sriboga Ratu Raya memberikan beasiswa kepada 10 orang, 28 orang di biayai oleh Pemda Maluku, 24 orang di biayai oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungmek dan Komoro (LPM-AK).
Para mahasiswa baru sebagian ada yang di berikan pesilitas mess di sekitar lingkungan kampus, namun sebagian lagi ada yang di luar kampus dengan biaya sendiri.
Ikopin sendiri mempunyai program pendidikan diantaranya Program Diploma Tiga (D-3) gelar pendidikan A.Md (Ahli Madya), Program Strata Satu (S-1) gelar pendidikan SE (Sarjana Ekonomi), Program S-1 plus magang ke Jepang gelar SE (Sarjana Ekonomi), Program S-2 (Magister Manajemen) gelar pendidikan MM (Magister Manajemen). (Kos/Buser Trans)
H+1 Sampai H+7 Sekitar 6000 Wisatawan Kunjungi Curug Sindulang
Kab. Bandung,Buser Trans,.
Pada liburan usai lebaran tahun 2009 ini tempat wisata menjadi incaran, tidak ketinggalan tempat wisata yang ada di Kecamatan Cicalengka salah satunya adalah Curug Sindulang yang berlokasi di Desa Tanjungwangi 11 KM dari kantor pemerintahan kecamatan, dalam liburan sekarang pengunjung yang datang bisa mencapai 6000 orang dari mulai H+ 1 hingga H+7 hal tersebut terlihat dari tiket yang resmi terjual di loket, penjaga yang di terjunkan menghadapi libur lebaran ini ada 60 orang petugas jaga.
Untuk mencapai lokasi pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dengan tarip cukup murah antara Rp.5000,-/orangnya, untuk harga tiket masuk di bebankan Rp. 3000/orang harga yang cukup murah untuk kawasan wisata yang sudah cukup terkenal ini, namun sayang sampai saat ini curug sindulang belum tersentuh pembangunan oleh dinas terkait padahal target perbulanya pihak pengelola yang saat ini masih di pegang desa harus menyetor ke dinas pariwisata sebesar Rp. 300,000 belum petugas penjaga karcis dan termasuk keamanan lainya serta harus menyetor untuk kas desa.
“Setiap bulanya harus setor uang ke dinas pariwisata yang sudah di tentukan 300 ribu, kami juga berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk menata tempat wisata ini, salah satunya adalah lahan parkir untuk para pengunjung yang belum ada”jelas Ayi Sekdes Tanjungwangi saat berada di lokasi.
Pada liburan terakhir (27/09) Buser Trans sempat pantau di lokasi terlihat dari pengujung mengatri di tempat penjualan karcis rata-rata yang datang menggunakan kendaraan pribadi walaupun di dominasi pengguna motor tidak kurang yang naik mobilpun ada sehingga cukup memacetkan jalan menuju lokasi, di tambah dengan tidak adanya lahan parkir di lokasi menambah suasana jalan cukup pada sebab kendaraan pengunjung di parkir di pinggir jalan menuju lokasi.
Untuk hari-hari biasa menurut Cucu salah satu petugas penjual karcis pengunjung mencapai 300-400 orang itupun hanya pada hari libur minggu saja, untuk hari senin sampai sabtu pihak desa sendiri tidak membuka loket kecuali hari libur, selebihnya hanya di pegang oleh warga dan penghasilan dari hasil penjualan tiket pihaknya tidak pernah mendapatkan setoran.
Di tambahkan Ayi selaku Sekdes Tanjungwangi pihak Bapeda sendiri sudah da sinyal untuk pengembangan wisata Curug Sindulang namun sayang sampai saat ini belum ada tindak lanjut, dan yang paling sangat di butuhkan saat ini adalah lahan parker yang di perkirakan anggaran bias mencapai Rp. 150 juta.(Kos/Buser Trans)
Pada liburan usai lebaran tahun 2009 ini tempat wisata menjadi incaran, tidak ketinggalan tempat wisata yang ada di Kecamatan Cicalengka salah satunya adalah Curug Sindulang yang berlokasi di Desa Tanjungwangi 11 KM dari kantor pemerintahan kecamatan, dalam liburan sekarang pengunjung yang datang bisa mencapai 6000 orang dari mulai H+ 1 hingga H+7 hal tersebut terlihat dari tiket yang resmi terjual di loket, penjaga yang di terjunkan menghadapi libur lebaran ini ada 60 orang petugas jaga.
Untuk mencapai lokasi pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dengan tarip cukup murah antara Rp.5000,-/orangnya, untuk harga tiket masuk di bebankan Rp. 3000/orang harga yang cukup murah untuk kawasan wisata yang sudah cukup terkenal ini, namun sayang sampai saat ini curug sindulang belum tersentuh pembangunan oleh dinas terkait padahal target perbulanya pihak pengelola yang saat ini masih di pegang desa harus menyetor ke dinas pariwisata sebesar Rp. 300,000 belum petugas penjaga karcis dan termasuk keamanan lainya serta harus menyetor untuk kas desa.
“Setiap bulanya harus setor uang ke dinas pariwisata yang sudah di tentukan 300 ribu, kami juga berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk menata tempat wisata ini, salah satunya adalah lahan parkir untuk para pengunjung yang belum ada”jelas Ayi Sekdes Tanjungwangi saat berada di lokasi.
Pada liburan terakhir (27/09) Buser Trans sempat pantau di lokasi terlihat dari pengujung mengatri di tempat penjualan karcis rata-rata yang datang menggunakan kendaraan pribadi walaupun di dominasi pengguna motor tidak kurang yang naik mobilpun ada sehingga cukup memacetkan jalan menuju lokasi, di tambah dengan tidak adanya lahan parkir di lokasi menambah suasana jalan cukup pada sebab kendaraan pengunjung di parkir di pinggir jalan menuju lokasi.
Untuk hari-hari biasa menurut Cucu salah satu petugas penjual karcis pengunjung mencapai 300-400 orang itupun hanya pada hari libur minggu saja, untuk hari senin sampai sabtu pihak desa sendiri tidak membuka loket kecuali hari libur, selebihnya hanya di pegang oleh warga dan penghasilan dari hasil penjualan tiket pihaknya tidak pernah mendapatkan setoran.
Di tambahkan Ayi selaku Sekdes Tanjungwangi pihak Bapeda sendiri sudah da sinyal untuk pengembangan wisata Curug Sindulang namun sayang sampai saat ini belum ada tindak lanjut, dan yang paling sangat di butuhkan saat ini adalah lahan parker yang di perkirakan anggaran bias mencapai Rp. 150 juta.(Kos/Buser Trans)
Bandung Timur Belum Layak Menjadi Kabupaten
Dari 11 Kecamatan di Bandung timur ternyata ada yang berkeinginan 4 kecamatan yang lainya untuk bisa bergabung ke Bandung Timur.
Kab. Bandung, Buser Trans,.
Bertempat di gedung DPRD Ka. Bandung (29/7) terjadi rapat pansus 2 yaitu pembentukan Kab. Bandung Timur, rapat Pansus di hadiri para anggota DPRD Kab. Bandung yang berasal dari Bandung Timur diantaranya tokoh masyarakat, Camat, Kepala Desa juga Ketua BPD.
Menurut hasil penelitian lima perguruan tinggi di kota Bandung, Kabupaten Bandung Timur belum layak menjadi kabupaten baru hal ini di jelaskan oleh Ibrahim Santosa anggota DPRD Kab. Bandung dari Ketua Fraksi Madani.
Menurut Ibrahim Santosa pada dasarnya rapat pansus yang diselenggarakan, dengan adanya rencana pemekaran Kabupaten Bandung di mulai dengan penelitian oleh 5 perguruan tinggi yang ada di Bandung pada tahun 2004 berkenaan dengan penataan wilayah kabupaten, pada saat itu di teliti dan dikelompokan ke dalam 3 wilayah diantaranya Bandung Barat, Bandung Tengah dan Bandung Timur, pada saat itu Bandung Timur rencananya 11 Kecamatan diantaranya Cileunyi, Cimenyan, Cilengkrang, Rancaekek, Majalaya, Solokan Jeruk, Paseh, Ibun, Cikancung, Cicalengka dan Nagreg dari sisi indek ekonominya belum bisa mencukupi pada angka yang di tentukan, namun tidak menutup kemungkinan penelitian tersebut terjadi kesalahan di dalam indikator ekonomi makro, pada saat itu memasukan Kecamatan Pasir Jambu yang notabene jauh berada di wilayah lainya sehingga berpengaruh pada indek ekonomi makro.
Usulan pembentukan Kab. Bandung sekarang ini terdiri dari 15 Kecamatan yang tentu saja akan merubah secara rekord dari segala sisi, baik ekonomi, sosial juga sisi yang lainya sehingga masyarakat berkeyakinan bahwa potensi Kabupaten Bandung Timur jauh lebih besar atau paling tidak memenuhi persyaratan untuk di mekarkan dan di bentuk suatu daerah atau kabupaten baru.
Dari 11 Kecamatan di Bandung timur ternyata ada yang berkeinginan 4 kecamatan yang lainya untuk bisa bergabung ke Bandung Timur.(Kos/Buser Trans)
Kab. Bandung, Buser Trans,.
Bertempat di gedung DPRD Ka. Bandung (29/7) terjadi rapat pansus 2 yaitu pembentukan Kab. Bandung Timur, rapat Pansus di hadiri para anggota DPRD Kab. Bandung yang berasal dari Bandung Timur diantaranya tokoh masyarakat, Camat, Kepala Desa juga Ketua BPD.
Menurut hasil penelitian lima perguruan tinggi di kota Bandung, Kabupaten Bandung Timur belum layak menjadi kabupaten baru hal ini di jelaskan oleh Ibrahim Santosa anggota DPRD Kab. Bandung dari Ketua Fraksi Madani.
Menurut Ibrahim Santosa pada dasarnya rapat pansus yang diselenggarakan, dengan adanya rencana pemekaran Kabupaten Bandung di mulai dengan penelitian oleh 5 perguruan tinggi yang ada di Bandung pada tahun 2004 berkenaan dengan penataan wilayah kabupaten, pada saat itu di teliti dan dikelompokan ke dalam 3 wilayah diantaranya Bandung Barat, Bandung Tengah dan Bandung Timur, pada saat itu Bandung Timur rencananya 11 Kecamatan diantaranya Cileunyi, Cimenyan, Cilengkrang, Rancaekek, Majalaya, Solokan Jeruk, Paseh, Ibun, Cikancung, Cicalengka dan Nagreg dari sisi indek ekonominya belum bisa mencukupi pada angka yang di tentukan, namun tidak menutup kemungkinan penelitian tersebut terjadi kesalahan di dalam indikator ekonomi makro, pada saat itu memasukan Kecamatan Pasir Jambu yang notabene jauh berada di wilayah lainya sehingga berpengaruh pada indek ekonomi makro.
Usulan pembentukan Kab. Bandung sekarang ini terdiri dari 15 Kecamatan yang tentu saja akan merubah secara rekord dari segala sisi, baik ekonomi, sosial juga sisi yang lainya sehingga masyarakat berkeyakinan bahwa potensi Kabupaten Bandung Timur jauh lebih besar atau paling tidak memenuhi persyaratan untuk di mekarkan dan di bentuk suatu daerah atau kabupaten baru.
Dari 11 Kecamatan di Bandung timur ternyata ada yang berkeinginan 4 kecamatan yang lainya untuk bisa bergabung ke Bandung Timur.(Kos/Buser Trans)
101 Jemaah Haji Asal Cicalengka Siap Berangkat
Hal ini di sampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cicalengka Yayat Asmara S.Ag (01/09/09) yang di lantik pada tanggal 2 April 2009 menggantikan kepala KUA sebelumnya Drs. H. Endang Suhinda.
` Setiap calon jemaah haji yang akan berangkat sebelumnya di berikan pembekalan oleh kepala KUA kecamatan selaku ketua pelaksana, meteri yang di berikan diantaranya panduan perjalanan haji, sewaktu di perjalanan dan selama berada di tempat ibadah (Arab Saudi). Selain itu para jemaah juga di cek kesehatanya tentunya selama menunaikan ibadah haji harus sehat rohani maupun jasmaninya, batas usia maksimal harus 65 tahun.
Kepala KUA Cicalengka Yayat Asmara S.Ag selaku ketua pelaksana menjelaskan untuk tahun 2010 calon jemaah haji yang ada di Kecamatan Cicalengka yang akan berangkat dan sudah terdaftar resmi ada 101 orang, sedangkan untuk total keseluruhan yang ada di kabupaten Bandung dan Bandung Barat tahun ini ada 3637 jemaah haji.
“KUA adalah sebagai pasilitator dan koordinator pemberangkatan haji dan umroh sesuai peraturan Menteri Agama, tentang petunjuk dan pelaksanaan haji dan umroh”jelas Yayat.(Kos/Buser Trans)
01 Oktober 2009
Rapat Pra Pelaksanaan Program PNPM di Kec.Lumbung
KAB.CIAMIS,Buser Trans
Karena belum lama berdiri, maka tidak berlebihan bila Kecamatan Lumbung di Kabupaten Ciamis ini baru kali pertama menerima bantuan dana dari program PNPM, mulai tahun anggaran 2009. Walau begitu, tampaknya tidak akan mengalami hambatan dalam pelaksanaannya nanti.
Hal itu terungkap pada rapat pra pelaksanaan program PNPM yang digelar di aula Kecamatan Lumbung hari Kamis pekan kemarin, diikuti para kepala desa dan tokoh masyarakat, termasuk pengurus Unit Pelaksana Kecamatan (UPK).
“Insyaallah, pelaksanaan program PNPM di Kec.Lumbung akan berjalan sesuai harapan dan tujuan dari program tersebut,”ujar Agung Gunawan SH, Camat Lumbung.
Agung menjelaskan, bahwa Kec.Lumbung memperoleh bantuan dana dari program PNPM tahun anggaran 2009 sebesar Rp.2 miliar untuk 8 desa, yang pembagiannya adalah 60 persen untuk kegiatan pembangunan fisik dan 40 persen untuk kegiatan ekonomi.
“Dengan adanya program PNPM ini, maka diharapkan pembangunan infrastruktur di Lumbung lebih membaik lagi, juga dapat mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan,”tutur Agung Gunawan.(REDI M.BUSER/KARSIDIK)***
Langganan:
Postingan (Atom)
